Malam ini dengan senang hati aku melangkahkan kaki ke rumah dan berbuka puasa di sana. Kemudian kegiatanku hanya tidur karena tubuh ini menginginkannya. Pagi hari pukul 04.00 WIB keluargaku telah sibuk dengan urusan masing-masing bapak dan mas sudah mulai bersiap ke masjid, ibuk dan mbakku sudah sibuk dengan urusan dapurnya, sedangkan aku masih dengan pikiran yang masih blank karena baru saja bangun dan aku hanya ditugaskan ibuk untuk sholat kemudian mandi. Satu jam kemudian, semua kelurga sudah siap untuk berangkat ke lapangan yang berda tepat di depan rumahku untuk menunaikan sholat idul adha.
Seselesainya sholat, keluargaku langsung kembali ke rumah dan makan. Aku memutuskan tinggal sejenak di lapangan untuk membantu merapikan tikar yang dipakai sholat tadi. Alhasil, waktuku untuk makan sedikit tergeser. Sesampainya di rumah aku langsung mengambil makan dan duduk di depan tv, disamping ibuk dan kakakku. Disitu kami mulai mengobrol hal santai sembari menonton tv, beberapa menit kemudian topik pembicaraan berganti ke arah yang lebih serius. Ibukku mulai meluapkan perasaanya mengenai kepulanganku yang akhir-akhir ini tidak sesering dahulu, tentang perkuliahanku yang mulai disibukkan dengan organisasi, dan kegiatanku selama di rumah hanya tidur dan belajar. Akupun mulai menjelaskan berbagai alibiku yang dari sudut pandang ibuk dan kakakku itu tetap kurang tepat aku lakukan. Aku menjelaskan bahwa organisasi bisa menunjang kehidupanku esok dan aku tidak pernah melupakan keluargaku. Namun, sampailah pada perkataan ibukku "Terserah ! Mau pilih Ibuk apa organisasimu !". Sesudah perkataan itu yang bisa kulakukan hanya menangis, alibi-alibi yang tadinya ingin kulontarkan mendadak tidak jadi berebutan untuk kukeluarkan, dan makanan yang tadi kudiamkan saja seolah memanggil untuk dihabiskan. #wkwkwk
Sampailah aku pada keputusan untuk memilih sesuatu karena kutak mau kehilangannya yaitu kelurgaku.
Everyone has their own choice, and this is my choice...
Sekarang aku bisa lebih banyak menghabiskan weekend ku dengan kelurga tanpa meninggalkan organisasiku selama ini. Sebenarnya tidak harus banyak merubah keadaan, hanya 1 yang kurubah yaitu skala prioritas.
Seselesainya sholat, keluargaku langsung kembali ke rumah dan makan. Aku memutuskan tinggal sejenak di lapangan untuk membantu merapikan tikar yang dipakai sholat tadi. Alhasil, waktuku untuk makan sedikit tergeser. Sesampainya di rumah aku langsung mengambil makan dan duduk di depan tv, disamping ibuk dan kakakku. Disitu kami mulai mengobrol hal santai sembari menonton tv, beberapa menit kemudian topik pembicaraan berganti ke arah yang lebih serius. Ibukku mulai meluapkan perasaanya mengenai kepulanganku yang akhir-akhir ini tidak sesering dahulu, tentang perkuliahanku yang mulai disibukkan dengan organisasi, dan kegiatanku selama di rumah hanya tidur dan belajar. Akupun mulai menjelaskan berbagai alibiku yang dari sudut pandang ibuk dan kakakku itu tetap kurang tepat aku lakukan. Aku menjelaskan bahwa organisasi bisa menunjang kehidupanku esok dan aku tidak pernah melupakan keluargaku. Namun, sampailah pada perkataan ibukku "Terserah ! Mau pilih Ibuk apa organisasimu !". Sesudah perkataan itu yang bisa kulakukan hanya menangis, alibi-alibi yang tadinya ingin kulontarkan mendadak tidak jadi berebutan untuk kukeluarkan, dan makanan yang tadi kudiamkan saja seolah memanggil untuk dihabiskan. #wkwkwk
Sampailah aku pada keputusan untuk memilih sesuatu karena kutak mau kehilangannya yaitu kelurgaku.
Everyone has their own choice, and this is my choice...
Sekarang aku bisa lebih banyak menghabiskan weekend ku dengan kelurga tanpa meninggalkan organisasiku selama ini. Sebenarnya tidak harus banyak merubah keadaan, hanya 1 yang kurubah yaitu skala prioritas.


0 komentar:
Posting Komentar