Minggu, 02 Desember 2018

Faktor Resiko Merokok Terhadap Subtipe Histologis Kanker Ovarium : Analisa Terhadap 300.000 wanita di Norwegia

Faktor Resiko Merokok Terhadap Subtipe Histologis Kanker Ovarium : Analisa Terhadap 300.000 wanita di Norwegia

Pendahuluan
Berdasarkan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, merokok merupakan factor resiko untuk kanker ovarium musinosum. Serous, musinosum, endometrioid dan clear cell merupakan subtipe histologis dari kanker ovarium yang paling umum. Hubungan antara Merokok dan endometriod dan clear cell kanker ovarium masih kontroversiol karena hasilnya tidak konsisten. Analisis yang didapatkan baru-baru ini menemukan peningkatan resiko sebesar 79% terhadap kasus kanker ovarium mukosa pada perokok. Pada kanker ovarium clear cell  dan endometriod terdapat sedikit peningkatan resiko, sedangkan tidak ada hubungan pada kanker ovarium serosa.
Namun, Analisa gabungan tersebut tidak mempelajari hubungan kanker ovarium dengan jumlah rokok yang dihisap per hari, durasi merokok, usia inisiasi merokok, dan subtipe histologis kanker ovarium.
Oleh karena itu, diperlukan studi prospektif besar pada hubungan antara merokok dengan kanker ovarium. Pada kohort lebih dari 300.000 wanita Norwegia peneliti bertujuan untuk menyelidiki peran merokok termasuk ukuran dari paparan merokok dalam resiko subtipe histologis kanker ovarium.
MATERIAL DAN METODE
Studi Populasi
Populasi yang digunakan dalam kohort sebanyak 330.342 wanita Norwegia.
Pengumpulan Data
Status merokok didefinisikan seperti tidak pernah, mantan, saat ini atau pernah merokok.  Informasi berkaitan dengan merokok yang dikumpulkan berupa kebiasaan merokok saat ini dan sebelumnya, durasi merokok, usia inisiasi merokok dan jumlah rata-rata rokok yang dihisap per hari. Selain itu informasi yang dikumpulkan berupa jumlah usia anak, usia saat melahirkan pertama, status menopause,dan waktu luang aktivitas fisik. Aktivitas fisik dikategorikan menjadi 3 yaitu rendah, sedang, dan berat.
Klasifikasi empat subtipe histologis kanker ovarium mengacu pada klasifikasi histologis internasional dari Tumor World Helath Organization. Tetapi pada cohort tersebut tidak menampilkan hasil clear cell karena kasusnya sedikit.
Analisa statistik
Pada cohort tersebut digunakan model Cox proportional hazards untuk analisa statistik. Semua analisis disajikan dalam STATA versi 14.0 (StataCorp, College Station, TX, USA) dan dalam versi SAS 9.4 (SAS Institute Inc., Cary, NC, USA).
Hasil
Usia rata-rata pada cohort adalah 41 tahun. 5.9 juta orang dianalisa selama 19 tahun dan mendapatkan 2336 kasus kanker ovarium. Terdapat 1242 (53%) kasus kanker ovarium serous, 440 (19%) kasus kanker musinosum, 190 (8%) kasus kanker endometrioid dan 82 (4%) kanker ovarium sel bersih. Penderita didiagnosis secara invasif sebanyak 1647 (71%) dan 689 (29%) dengan tumour marker. Status merokok penderita adalah sebanyak 38% perokok saat ini, 21% mantan perokok, dan 41% tidak pernah merokok saat pendaftaran.  Tabel satu menjelaskan bahwa penderita yang masih merokok saat ini memiliki usia yang lebih muda saat melahirkan pertama, memiliki aktivitas fisik yang lebih rendah dan mendapatkan Pendidikan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok. Selain itu wanita dengan kanker ovarium mukosa memiliki usia yang lebih tua saat melahirkan pertama, memiliki aktivitas fisik yang rendah dan memiliki berat badan yang lebih ketika dibandingkan dengan wanita yang memilki kanker ovarium serosa.
Perokok aktif memiliki resiko lebih tinggi untuk semua kanker ovarium yang didiagnosis dengan pemeriksaan tumour marker. Tidak ada peningkatan resiko pada kanker ovarium mukosa untuk mantan perokok, sedangakan perokok saat ini memilki resiko 2 kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan pernah merokok. Ditemukan bahwa merokok dapat menyebabkan peningkatan resiko kanker ovarium musinosum sebanyak 2%. Namun peneliti tidak mengamati durasi merokok dengan peningkatan resiko pada kanker ovarium serosa. Resiko untuk semua kanker ovarium subtipe histologis sama pada mantan dan tidak [ernah merokok. Pada tabel 4 peneliti menjelaskan hubungan usia inisiasi merokok, durasi, dan rokok yang dihisap per hari. Ditemukan bahwa wanita yang merokok lebih dari 10 tahun, merokok lebih dari 10 batang rokok perhari dan sudah merokok sejak usia 18 tahun atau lebih memiliki sedikit dampak pada resiko kanker ovariu mukosa ketika dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok.
Namun, peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara status merokok dengan jumlah anak, aktivitas fisik, pendidikan, dan indeks masa tubuh pada semua jenis kanker ovarium subtipe histologis.
PEMBAHASAN
Pada penelitian kohort hanya dibahas hubungan merokok dengan kanker ovarium musinous tidak dengan kanker dengan subtipe yang lain. Peneliti menemukan terdapat hubungan antara dosis, durasi, pak pertahun, dan jumlah roko yang dihisap per hari dengan kanker ovarium musinosum. Setiap tahun terdapat peningkatan sebesar 2% pertahun setiap peningkatan satu batang rokok yang dikonsumsi perhari. Sedangkan peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara meroko dengan resiko kanker serviks serosa yang didiagnosis menggunakan tumour marker.
Dalam penelitian, indeks massa tubuh dan pendidikan tidak memberikan efek terhadap hubungan antara merokok dengan semua subtipe histologis kanker ovarium.
Mekanisme terjadinya kanker ovarium musinosum adalah mutasi somatic pada gen KRAS dan rokok dapat menginduksi terjadi mutase tersebut. Selain itu, rokok dapat menyebabkan peningkatan absorbsi benzo(a)pyrene yang merupakan karsinogen lokal pada  sel folikel ovarium. Absorbsi ini menyebabkan peningkatan perusakan DNA.
Kekuatan dan Keterbatasan
Kekuatan dari penelitian ini adalah banyak jumlah wanita yang mewakili semua kabupaten di Norwegia. Tindak lanjut jangka panjang yang hamper lengkap, dan jumlah kasus yang banyak dari semua subtipe histologis kanker ovarium.
Keterbatasan pada penelitian ini adalah kurang lengkapnya data seperti usia saat menopause, usia saat menarchea, penggunaan kontrasepsi oral dan terapi hormon terhadap faktor resiko kanker ovarium seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu keterbatasan dari penelitian ini adalah kemungkinan kesalahan klasifikasi subtipe histologis kanker ovarium karena peneliti hanya menggunakan informasi patologi yang dicatat oleh ahli patologi lokal.
Kesimpulan
Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan antara durasi merokok, pak per tahun, dan jumlan rokok yang dihisap per hari dengan peningkatan faktor resiko kanker ovarium musinosum yang didiagnosis menggunakan tumor marker dan invasif.

Kehilangan

Hari ini, tepatnya malam ini aku bersiap untuk pulang ke Klaten karena esok hari merupakan semua umat muslim berbahagia karena keberkahan pada hari itu. Semua umat islam dapat saling berbagi dan menerima daging qurban. Seminggu yang lalu aku masih sibuk dengan berbagai urusan keorganisasian di kampus. Masih sibuk dengan urusan keuangan dan delegasi yang lumayan rempong. Meskipun sejak seminggu yang lalu fakultas telah membolehkan mahasiswanya untuk berlibur selama 1 bulan. #FYI jarang banget ada libur 1 bulan di kampus.

Malam ini dengan senang hati aku melangkahkan kaki ke rumah dan berbuka puasa di sana. Kemudian kegiatanku hanya tidur karena tubuh ini menginginkannya. Pagi hari pukul 04.00 WIB keluargaku telah sibuk dengan urusan masing-masing bapak dan mas sudah mulai bersiap ke masjid, ibuk dan mbakku sudah sibuk dengan urusan dapurnya, sedangkan aku masih dengan pikiran yang masih blank karena baru saja bangun dan aku hanya ditugaskan ibuk untuk sholat kemudian mandi. Satu jam kemudian, semua kelurga sudah siap untuk berangkat ke lapangan yang berda tepat di depan rumahku untuk menunaikan sholat idul adha.

Seselesainya sholat, keluargaku langsung kembali ke rumah dan makan. Aku memutuskan tinggal sejenak di lapangan untuk membantu merapikan tikar yang dipakai sholat tadi. Alhasil, waktuku untuk makan sedikit tergeser. Sesampainya di rumah aku langsung mengambil makan dan duduk di depan tv, disamping ibuk dan kakakku. Disitu kami mulai mengobrol hal santai sembari menonton tv, beberapa menit kemudian topik pembicaraan berganti ke arah yang lebih serius. Ibukku mulai meluapkan perasaanya mengenai kepulanganku yang akhir-akhir ini tidak sesering dahulu, tentang perkuliahanku yang mulai disibukkan dengan organisasi, dan kegiatanku selama di rumah hanya tidur dan belajar. Akupun mulai menjelaskan berbagai alibiku yang dari sudut pandang ibuk dan kakakku itu tetap kurang tepat aku lakukan. Aku menjelaskan bahwa organisasi bisa menunjang kehidupanku esok dan aku tidak pernah melupakan keluargaku. Namun, sampailah pada perkataan ibukku "Terserah ! Mau pilih Ibuk apa organisasimu !". Sesudah perkataan itu yang bisa kulakukan hanya menangis, alibi-alibi yang tadinya ingin kulontarkan mendadak tidak jadi berebutan untuk kukeluarkan, dan makanan yang tadi kudiamkan saja seolah memanggil untuk dihabiskan. #wkwkwk

Sampailah aku pada keputusan untuk memilih sesuatu karena kutak mau kehilangannya yaitu kelurgaku.


Everyone has their own choice, and this is my choice...

Sekarang aku bisa lebih banyak menghabiskan weekend ku dengan kelurga tanpa meninggalkan organisasiku selama ini. Sebenarnya tidak harus banyak merubah keadaan, hanya 1 yang kurubah yaitu skala prioritas.

Minggu, 04 November 2018

Malang~

Pada pukul 20.00 WIB kami memulai perjalanan ke malang dengan menggunakan mobil pribadi. Perjalanan ini akan melelahkan pikirku saat itu karena kami harus bergantian untuk menyetir dengan total perjalanan selama 8 jam. Saat itu aku berada di mobil 1 yang berisi Yusup, Naufal, Nisa, dan Aji. Di mobil 2 ada Riyandra, Viola, Alif, dan Kulsum. Perjalanan ini bertujuan untuk mengikuti acara MMLC (pelatihan kepemimpinan).

Selama di perjalanan hanya lantunan ayat suci yang terdengar dan sesekali kami bercengkerama. Tak seperti perjalananku pribadi yang biasanya hanya dipenuhi oleh lagu-lagu percintaan. Pukul 04.00 WIB kami telah sampai di salah satu masjid yang ada di Jombang untuk melaksanakan sholat shubuh. Setalah itu kami melanjutkan perjalanan ke tempat acara.

Pukul 07.00 kami telah sampai di Malang, kemudian sarapan dan memutuskan untuk sholat dhuha di masjid. Tak seperti kebiasaanku yang hanya menghabiskan pagi hari dengan tidur. Setelah selesai sholat dhuha kami tertidur di masjid dan terbangun ketika seorang takmir masjid mengingatkan untuk sholat dhuhur.

Setelah sholat dhuhur, kami mencari makan siang dan kemudian menuju hotel Spencer, hotel di mana acara MMLC diadakan. Sesampainya di hotel, kami langsung merapikan diri kemudian sholat ashar dan mengikuti prosesi pembukaan dan rangkaian kegiatan MMLC. Pada hari itu aku bertemu dengan aktivis dakwah dari berbagai universitas di Indonesia. Aku bertemu dengan banyak manusia yang ketaatannya jauh di atasku. Manusia yang selalu menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah, yang niatnya hanya untuk mencari ridhomu.

Pada acara MMLC aku tersadar akan pentingnya meluruskan niat, memperbaiki, dan memperbarui niat disaat mulai lelah dalam melakukan kebaikan. Aku tersadar di perjalanan ke Malang kali ini, Allah memberiku nikmat untuk mempelajari Islam dari hamba-hambanya yang berada di sekelilingku, Allah menyadarkanku betapa minimalnya ilmu yang diri ini miliki....

Senin, 13 Agustus 2018

Aku Benar Mencintaimu atau Salah ?

Sudah sejak kapan yang aku tidak ingat lagi, perasaan ini dimulai. Perasaan yang kurasakan pada seorang laki-laki yang taat beribadah. Aku sadar tidak tepat memilki rasa terhadapmya karena dia seorang yang terjaga dan aku jauh dari kata itu. Sejak saat itu aku merasakan keinginan untuk memilikimu tapi itu tak akan mungkin.
Sebelumnya aku pernah memiliki rasa yang hampir sama dengan ini kepada seorang lelaki yang kini sudah jauh keberadaannya denganku. Seorang lelaki yang sempat menitipkan beberapa perjalanan dan kenangan. Bahkan sempat menitipkan barang yang membuatku menangis selama 3 hari. Namun, bagaimana kabarnya saja sudah tak sempat kutau.
Sekarang perasaan yang dulu masih sama namun berganti pemilik. Pemilik yang mungkin tak mengerti bahwa hati ini sekarang menjadi miliknya walau tak sepenuhnya. Aku pernah merasa GR’ (gede rasa) kalau dia sempat mengetahui dan memiliki hal yang sama denganku. Tapi sekarang aku tau itu tidak akan terjadi. Biarkan saja aku tak peduli ! Aku akan tetap dengan perasaanku. Dengan apa yang kuyakini entah sampai kapan itu akan berhenti.
Saat ini aku hanya ingin menahan apa yang kurasakan. Menahan untuk tak terungkap, tak berlebih dalam bersikap. Karena perasaan ini membuatku sedikit merubah cara pikir bagaimana memandang seseorang. Mungkin kamu berfikir aku terlalu berlebihan dalam mencintaimu. Mungkin kamu juga berfikir bahwa dirimu begitu sempurna di mataku tak tau akan kekuranganmu. Aku tau akan kekuranganmu yang mungkin tak semua, aku tau terdapat beberapa celah yang seharusnya masih bisa dibenarkan darimu, tapi aku bisa memakluminya dan masih dengan perasaanku saat ini.
Entah Benar atau Salah ?

Wallahua’lam bisshawab

Jumat, 01 Juni 2018

RAMADHAN-1



Sesekali meamng kukunjungi tulisanmu di laman yang dulu sempat kau pamerkan. Ya hanya sekedar mencari tau kabarmu, ataupun hanya sekedar mampir karena kangen baca tulisan orang lain. Pagi itu aku menemukan catatan yang berisikan cara pandangmu saat ini. Aku mencoba mengerti semua cara berfikirmu, hanya mencoba mengerti saja tapi tak menemukan keujungan yang pasti. Biarlah anganku terbang menafsirkan itu.
Aku merasa hina di sini. Di sini aku hanya senantiasa memikirkan kepanitiaan, perjalanan pembelajaran, mencari tambahan uang dengan menjadi asisten, dan menjalin relasi dengan banyak orang. Namun, di sepanjang perjalanan hidupku belum banyak perubahan cara pandangku. Masih saja sama seperti dulu, ya walaupun tidak 100%.
Oh iya aku juga mau cerita tentang pengalamanku yang beberapa tahun lalu sempat kita jalani bersama. Kemarin saat acara itu, aku bertemu dengan saudaramu yang turut menceritakan sebagian kecil siapa dirimu. Sebenarnya aku tau itu, tapi aku tetap kagum ketika mendengar itu dari orang lain. Satu lagi deh, waktu aku berada di suatu tempat, bertemu dengan seseorang yang membicarakan dirimu lagi, hehehe. Kayaknya memang banyak yang merindukanmu.
Satu lagi, aku sekarang tau ternyata surat itu tidak hanya untuk diriku, tapi untuk dirinya di sana juga. Yang entah apa maksudmu wkkwk….