Waktu berlalu dengan cepat dan hampir ndak kerasa. Tahun pertama dulu cuma mikirin maksud Allah memasukkan diriku ke universitas ini, masih bertanya mengapa ndak bisa ke univ ini univ itu dan membayangkan apa kata orang kalau kuliah di univ ini. Di tahun pertama Alhamdulillah langsung dipertemukan dengan orang-orang hebat yang menjawab pertanyaanku itu. Setelah menjalani AORTA (kayak semacem ospek fakultas gitu), ternyata diriku terpilih menjadi salah satu panitia inti baksos Maba (Mahasiswa Baru). Tahun pertama yang sangat hectic bersama ke 14 panitia yang lain menghadapi kepanitian pertama yang cukup besar dengan berbagai drama yang ada di dalamnya, ditambah praktikum tahun pertama yang luar biasa khusunya anatomi yang jadi momok. Dan akhirnya kehectickan itu berakhir pada bulan Februari. Lanjut di bulan selanjutnya ternyata kehidupan di fk tidak semulus yang kubayangkan, masih harus beradaptasi dengan yang namanya tutorial ditambah pada bulan Maret organisasi mulai muncul melambaikan tangan untuk kami masuki. Ternyata kepanitian di bulan-bulan selanjutnya di tahun pertama masih terus berlangsung. ALHAMDULILLAH tahun pertama dapat dilalui dengan baik bersama orang-orang yang baik.
Ini temen-temen PH baksos yang sekarang jadi orang luar biasa semua. Kangen bangeet sama mereka.... jadi mau nangis wkwk
Memasuki tahun kedua, ini nih kita mulai diajarin mengenai penyakit-penyakit gitu… Mulai tambah rada pusing, apalagi blok pertama tentang imunologi yang bener-bener tidak faham diawalnya dan buat sedikit stress. Namun, akhirnya berlalu juga blok-blok itu. Ternyata organisasi yang ditahun pertama bertambah parah di tahun kedua ini, semakin banyak dan semakin besar amanahnya. Ternyata separah itu organisasi di kehidupan perkuliahan yang benar-benar tak pernah kurasakan saat di SMA (yang waktu SMA kegiatannya cuma belajar)wkwkwk. Alhamdulillah akhirnya tahun kedua bisa dilalui dengan baik bersama orang-orang baik.
Masuk tahun ketiga kehidupan perkuliahan dan organisasi masih terus meraung-raung ditambah lagi dengan kewajiban perKTIan sekarang. Kehectican yang luar biasa ditiap harinya. Memang baru kusadari di tahun ketiga ini telah banyak lika-liku yang bisa dihadapi sampai di tahun ketiga ini. Jadi kayak ya eman-eman kalau ndak semangat terus. Tapi semakin sadar juga ditahun ketiga ini telah banyak pengorbanan orang tua yang diberikan sepenuhnya untuk kita entah dalam bentuk materiil (biaya, kendaraan, kos, dll) dan dukungan moril yang selalu ditujukkan hanya untuk kita. Semakin tersadar kamu ngapain kuliah di fk kalau cuma mikirin cowo, ngapain kamu di fk cuma buat main sana main sini. Semakin sadar juga udah mau jadi dokter tapi kok ya dosis ibu profen aja suka lupa, masih bingung ini cara nanganin bayi panas kayak gimana, masih ndak bisa kalau orangtua sekedar tanya ini kenapa ya ? dan cuma bisa bilang kalau ndak sembuh besok dibawa ke dokter aja ?
Jadi takut besok jadi dokter bakal kayak gimana ya ? Ya Allah MasyaAllah banget kalau liat dokter udah spesialist dan sungguh pinternyaa…
Harapanku semoga setiap prosesnya kedepan dilancarkan dan ditujukkan untuk memberi banyak manfaat buat orang lain dan banggain orang tua udah gitu aja…
Jadi ndak pengen mikirin cinta-cintaan dulu… wkwkkw





