Sabtu, 09 Maret 2019

Pertemuan

Aku mendapati berbagai pertemuan dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Yaa memang terkadang kita menyesali ataupun bahkan 180 derajat berbeda perasaan ketika menghadapi suatu pertemuan. Seperti halnya dengan diriku, selama liburan ini telah banyak pertemuan yang menyadarkanku.
Ketika liburan awal aku menemui seseorang yang sudah lama tak kunantikan bahkan kuhindari, namun memang Allah memberikanku takdir untuk kembali bertemu dengannya. Ketika itu aku memiliki urusan dengannya dan kembali perasaanku jatuh untuk kesekian kalinya. Jatuh untuk pengharapan yang tak bermakna dan sia-sia. Memang Allah sunggu mengetahui bagaimana cara menunjukkan kecemburuanNya terhadap hambaNya. Makna pertama yang kutemui dari pertemuan ini.
Selanjutnya aku berjumpa dengan seorang yang awalnya tak pernah aku melihat sisi baiknya. Seseorang yang setiap kata yang terucap darinya merupakan kata-kata yang cukup membuat orang lain yang mendengar tidak suka. Bahkan sempat membuat seseorang menangis karenanya. Namun, semenjak liburan ini aku menjumpai beberapa hal yang berbeda darinya. Ternyata dia seseorang yang dermawan, seorang yang memikirkan orang lain, senang untuk sholat ke masjid, dan seseorang yang memiliki prinsip. Ya walaupun, tetap kata-kata yang dia ucapkan masih seperti dulu, tapi niatnya baik. Maknanya kita tidak bisa langsung menentukan seseorang itu baik ataupun kurang baik hanya dari luarnya atau sikap yang terlihat. Dan jangan membenci atau mencintai seseorang berlebihan.
Pertemuan selanjutnya adalah dengan dosen pembimbingku. Yang saat liburan bisa kutemui 4 kali dalam seminggu. Setiap pertemuan dengannya aku dapat mempelajari bagaimana menjadi ibu yang luar biasa. Ibu dengan 4 orang anak yang masih kecil-kecil. Ibu dengan segala macam penelitian dan kesibukan mengajar ditambah workshop. Ibu dengan bisnis empek-empeknya. Dan beliau lalui semua dengan bahagia. Mengajariku untuk bisa membagi jadwal bermain dengan keluarga, cara memilih pekerjaan yang tepat, dan harus bisa masak wkkww. Semua ibu di dunia memiliki cara terbaiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Yang utama tugas seorang ibu adalah KELUARGA.
Terakhir adalah bapak, ibuk, mbak indah, mas dedi, shakilla yang hampir selama 1 bulan lebih ini selalu kutemui. Beberapa orang yang mengajarkan makna kehidupan. Di liburan kali ini aku menjumpai berbagai permasalahan keluarga dan jalan keluarnya, masalah nikah dan perjodohan, sampai di masalah pemilihan kepala desa beserta bumbu kampanyenya. Banget bangeet serunya kalau di rumah.Sering malu kalau di rumah, karena selalu lihat bapak ibuk sholat di masjid. Pertemuan yang bermakna seberapapun sibuknya engkau selama masih ada waktu untuk berbakti gunakanlah itu. 
I so love you all of them.


Terimakasih untuk semua pertemuan ini. Terimakasih untuk semua pertemuan yang pernah kutemui di 19 tahunku ini. Untuk baper-baper padamu lagi aku sudah tak sanggup sudah tidak muat lagi hatiku karena ada banyak orang yang telah mengisi hatiku. Pertemuan sejatinya merupakan suatu takdir yang sama halnya dengan daun jatuh saja telah dituliskan olehNya dan memiliki makna dariNya. 


Klaten, 10 maret 2019
Lilia 19th