#28 September 2017
Pagi
itu penuh dengan kelegaan setelah beberapa malam kuhabiskan untuk berkutik
dengan penugasan. Kuawali dengan penuh semangat bangun pagi kemudian sholat
shubuh, review materi ketrampilan medik, mandi, siap-siap ke kampus, terus
manggil ‘Ajengg ayuuk’ (my bestiee uhuuy) untuk berangkat ke kampus. Dengan
tersenyum lebar kunyalakan motor dan gas poll ke kampus. TERNYATA belum juga
ada 50 meter motor itu gerak, eeh bannya mbledos
wkwkwk. Alhasil, akhirnya aku dan ajeng memutuskan untuk berjalan kaki.
Namun, Alhamdulillah tiba-tiba ada
dua orang teman yaitu Fara dan Alvyana (popok) melintas di depan gerbang,
kemudia kami berdua meneriakkan nama mereka untuk minta tebengan ke kampus. Alhamdulillah yang pertama.
Setibanya di kampus kami
menjalankan aktivitas sesuai jadwal yaitu keterampilan medik pemeriksaan darah
rutin yang berlangsung dari pukul 8-10 pagi saja. Kemudian, saya melanjutkan
kegiatan hari itu di perpustakaan untuk menambah pemahaman mengenai penyakit
HIV. Setibanya di perpustakaan aku sadar bahwa tanda pengenalku berupa KTM
(Kartu Tanda Mahasiswa) hilang (wkwkwk) dan lupa hilangnya di mana.
#FYI
sebelum masuk ke perpustakaan kami harus menunjukkan tanda pengenal berupa KTM
jikalau tidak ada diharuskan menunjukkan kartu pengenal lain sedangkan saya KTP
belum punya, SIM juga belum punya, alhasil pakai kartu pelajar wkwkw
Kemudian
saya masuk ke perpustakaan dengan teman saya Firdha, dan sedikit belajar di sana. Tiba-tiba saat sedang sedikit belajar, meja kami didatangi petugas perpustakaan karena
dicurigai membawa makanan. Ya benar memang saat itu aku sedang membawa makanan
daganganku yang sudah kusembunyikan di kerdus, namun tetap saja ketahuan wkwkw.
Kemudian dengan sedikit merayu ibu petugas, saya tetap diperbolehkan membawa
makanan saya tersebut dan tidak jadi disuruh keluar Whahah. Alhamdulillah yang kedua.
Setelah adzan dhuhur berkumandang,
aku dan Firdha melanjutkan perjalanan ke GKU (Gedung Kuliah Umum) untuk sholat
dan kuliah lagiiyyy. Terus jam 15.00 pulang yeaayyy. Pulang ke kos dengan
nebeng Firdha. Lalu sesampainya di kos ujan turun dengan derasnya. Kemudian, jam
17.00 aku harus kembali ke kampus untuk menggantikan koor divisiku untuk
mengikuti verifikasi DPM dengan kondisi hujan masih sangat lebat dan aku tidak
ada motor yang sehat wkwkw. Dengan Bismillah
kulangkahkan kakiku ke kampus lagi dengan memakai payung bertuliskan ‘FK
UII’.
Setelah rapat usai, sekitar
pukul 18.30 WIB aku dan Ajeng pulang ke kos.
#FYI : Jadi kenapa Ajeng bisa tiba-tiba
muncul di cerita, karena dia adalah orang bersedia menungguku karena kasihan
nanti aku pulang sendiri wkwkw, meskipun sebenarnya dia sudah bisa pulang
duluan tanpa harus menungguku.UNCHHH :*
Sebelum
itu, saya mendapati payung yang kuletakkan di depan ruang rapat hilang entah ke
mana dan setelah dicari juga tidak ada hasil. Kemudian Alhamdulillah masih ada Ajeng yang nungguin dan membawa mantol .
Akhirnya kami berdua jalan kaki menyusuri hujan malam itu dengan ajeng memakai
payung dan saya menggunakan mantol. Wkwkwk. Alhamdulillah
yang ketiga.
Jadi, dari
cerita tersebut, Allah Luar Biasa dalam memberi pelajaran. Pada setiap
kesusahan yang ditemui PASTI aka nada kemudahan yang telah disiapkan untuk
mendampinginya. Yang penting hanya KEYAKINAN kita yang perlu dipupuk. :)))
Makasih
banyak juga untuk Ajeng yang jadi 24/7ku wkwkw. Yang setiap malem menemani
tidur lelapku (APA TOH) terimakasih untuk Popok, Fara, Firdha yang luar biasa
baikkkkk selama ini uhuuy.. I Love U 






