Sabtu, 30 September 2017

NIKMAT :)

#28 September 2017
                Pagi itu penuh dengan kelegaan setelah beberapa malam kuhabiskan untuk berkutik dengan penugasan. Kuawali dengan penuh semangat bangun pagi kemudian sholat shubuh, review materi ketrampilan medik, mandi, siap-siap ke kampus, terus manggil ‘Ajengg ayuuk’ (my bestiee uhuuy) untuk berangkat ke kampus. Dengan tersenyum lebar kunyalakan motor dan gas poll ke kampus. TERNYATA belum juga ada 50 meter motor itu gerak, eeh bannya mbledos wkwkwk. Alhasil, akhirnya aku dan ajeng memutuskan untuk berjalan kaki. Namun, Alhamdulillah tiba-tiba ada dua orang teman yaitu Fara dan Alvyana (popok) melintas di depan gerbang, kemudia kami berdua meneriakkan nama mereka untuk minta tebengan ke kampus. Alhamdulillah yang pertama.
                Setibanya di kampus kami menjalankan aktivitas sesuai jadwal yaitu keterampilan medik pemeriksaan darah rutin yang berlangsung dari pukul 8-10 pagi saja. Kemudian, saya melanjutkan kegiatan hari itu di perpustakaan untuk menambah pemahaman mengenai penyakit HIV. Setibanya di perpustakaan aku sadar bahwa tanda pengenalku berupa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang (wkwkwk) dan lupa hilangnya di mana.
 #FYI sebelum masuk ke perpustakaan kami harus menunjukkan tanda pengenal berupa KTM jikalau tidak ada diharuskan menunjukkan kartu pengenal lain sedangkan saya KTP belum punya, SIM juga belum punya, alhasil pakai kartu pelajar wkwkw
                Kemudian saya masuk ke perpustakaan dengan teman saya Firdha, dan sedikit belajar di sana. Tiba-tiba saat sedang sedikit belajar, meja kami didatangi petugas perpustakaan karena dicurigai membawa makanan. Ya benar memang saat itu aku sedang membawa makanan daganganku yang sudah kusembunyikan di kerdus, namun tetap saja ketahuan wkwkw. Kemudian dengan sedikit merayu ibu petugas, saya tetap diperbolehkan membawa makanan saya tersebut dan tidak jadi disuruh keluar Whahah. Alhamdulillah yang kedua.
                Setelah adzan dhuhur berkumandang, aku dan Firdha melanjutkan perjalanan ke GKU (Gedung Kuliah Umum) untuk sholat dan kuliah lagiiyyy. Terus jam 15.00 pulang yeaayyy. Pulang ke kos dengan nebeng Firdha. Lalu sesampainya di kos ujan turun dengan derasnya. Kemudian, jam 17.00 aku harus kembali ke kampus untuk menggantikan koor divisiku untuk mengikuti verifikasi DPM dengan kondisi hujan masih sangat lebat dan aku tidak ada motor yang sehat wkwkw. Dengan Bismillah kulangkahkan kakiku ke kampus lagi dengan memakai payung bertuliskan ‘FK UII’.

                Setelah rapat usai, sekitar pukul 18.30 WIB aku dan Ajeng pulang ke kos.
#FYI : Jadi kenapa Ajeng bisa tiba-tiba muncul di cerita, karena dia adalah orang bersedia menungguku karena kasihan nanti aku pulang sendiri wkwkw, meskipun sebenarnya dia sudah bisa pulang duluan tanpa harus menungguku.UNCHHH :*
                Sebelum itu, saya mendapati payung yang kuletakkan di depan ruang rapat hilang entah ke mana dan setelah dicari juga tidak ada hasil. Kemudian Alhamdulillah masih ada Ajeng yang nungguin dan membawa mantol . Akhirnya kami berdua jalan kaki menyusuri hujan malam itu dengan ajeng memakai payung dan saya menggunakan mantol. Wkwkwk. Alhamdulillah yang ketiga.

Jadi, dari cerita tersebut, Allah Luar Biasa dalam memberi pelajaran. Pada setiap kesusahan yang ditemui PASTI aka nada kemudahan yang telah disiapkan untuk mendampinginya. Yang penting hanya KEYAKINAN kita yang perlu dipupuk. :)))
                Makasih banyak juga untuk Ajeng yang jadi 24/7ku wkwkw. Yang setiap malem menemani tidur lelapku (APA TOH) terimakasih untuk Popok, Fara, Firdha yang luar biasa baikkkkk selama ini uhuuy.. I Love U 

Rabu, 27 September 2017

TODAY

Hari-hari terus berganti seolah memintaku untuk segera melupakan kesedihan yang memang hanya aku sendiri yang mengerti. Sedih ataupun ketakutanku akan dirimu yang tak akan mengingatku lagi. Hari-hari terus berganti seolah memintaku untuk menghapus rasa harap yang lebih kepadamu terlebih pesanku yang tak kunjung mendapat tanggapan. Entah apa yang sedang kau lakukan di sana, namun aku selalu berharap kesemogaanku berbuah kenyataan.
            Hari ini seolah semesta mendukung semua rencanaku. Rencana melupakanmu. Ya benar, aku berhasil sedikit melupakanmu dengan kedatangan anak-anak SD yang berkunjung ke kampus. Jadi hari ini mereka siswa-siswi dari SDIT Nurul Islam kelas 5 mengadakan pembelajaran di luar kelas mengenai organ tubuh manusia. Kampus atau lebih tepatnya Laboratorium Anatomi yang langit-langitnya dipenuhi dengan hawa deg-degan kali ini diselimuti oleh hawa keriangan dan keingintauan anak-anak SD. Awalnya mereka mendapatkan penjelasan oleh dr.Dimas (dr. kesayanganku uhuuuy) mengenai organ pencernaan. Setelah mendapat penjelasan dari dokter, 50 anak tersebut dibagi menjadi 9 kelompok yang akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai organ lain yang ada di tubuh oleh kakak yang ditugaskan dari kampus. Alhamdulillah kali ini saya berkesempatan untuk belajar bersama mereka. Thoriq, taufik, fitra, dan ketiga anak laki-laki lain mendengarkan dengan kepolosannya dan banyak menanyakan tentang jenazah yang memang banyak ada di lab anatomi. Keceriaan mereka, antusias mereka tentang organ manusia, pengetahuan mereka yang diluar batas fikir saya, membuatku sedikit melupakanmu.

            Terimakasih untuk hari ini temen-temen baruku… Semoga dirimu dapat menjadi anak-anak yang berguna kelak. Dan untuk dirimu ku tak lagi berharap namun aku kan selalu menyebutmu dalam hatiku untuk kusampaikan pada-Nya

27 September 2017