Pertemenan...
Ada saatnya kita berkenalan dengan dengan orang-orang baru lalu menjadi teman, saling mengenal, kemudian menjadi sahabat, bahkan menganggapnya menjadi keluarga. Begitu pula perasaanku kepadamu, aku telah sampai dititik di maba aku mengganggapmu sebagai keluargaku, merasakan sakit ketika dirimu sakit, merasakan apa yang kamu rasakan, dan memang seperti itulah seharusnya perasaan ketika menjadi satu keluarga.
Aku pernah berharap menjadi seseorang yang tak akan pernah kau lupakan. Namun, diri ini tak tau apakah sepeti itu pula dari sisimu. Mungkin tidak, tapi aku tetap berharap jawaban iya darimu.
Sampai pada suatu saat, hubungan ini benar-benar hilang, entah apa yang menjadi dasar dirimu menghilangkan hubungan ini. Mungkin kamu memandangku salah, mungkin kamu memandangku tak pantas. Kesempatan untuk menjelaskan pun tak kamu berikan. Ketahuilah kawan, aku benar-benar merasa kehilangan dirimu yang dahulu. Ketahuilah pula, perasaanku padamu tak sedikitpun berubah. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu, katakan apa salahku. Aku Mohon...



