Rabu, 22 Juni 2016

Anak

 Anak merupakan karunia Allah yang dititipkan kepada semua makhluk yang telah dipilih-Nya. Setiap anak pasti memiliki kecerdasannya masing-masing. Allah pasti telah mengaruniakan keahlian yang luar biasa pada diri anak masing-masing, baik yang sekarang telah terlihat ataupun yang belum terlihat, yakinlah suatu saat nanti akan terlihat keahlian itu.

 Sore ini seperti biasa setelah mendengar adzan maghrib, hal pertama yang kulakukan yaitu mematikan tv walaupun sebenarnya masih pengen liat kelanjutan dari film india yang sedang sangat digandrungi oleh ibu-ibu tak terkecuali aku yaitu Uttaran (hahaha). Segera wudhu dan ke masjid. Ibu dan Bapakku berangkat duluan karena enggan lama menungguku. Untuk mempersingkat waktu perjalanan ke masjid, aku memilih menaiki motor tua milik Bapak yang suaranya memekakkan telinga, tapi motornya tuh masih asik gitu, apalagi ditambah dengan dua spionnya yang menjulang ke atas bak kuping kelinci, pokoknya unyu deh-kamu harus nyobain kapan-kapan-.  Walapun aku sudah berusaha untuk ngebut tetap saja iqamahpun menyambut kedatanganku ke masjid sore ini.

 Masuk masjid, mengikuti imam sholat, dan selesai kemudian berdzikir. Seperti biasa setiap aku ke masjid ada satu anak yang setia duduk menungguku di depan sajadah dengan posisi bersila. Selalu memperhatikanku sambil tertawa beberapa kali setelah melihatku. Anak itu berbeda dengan yang lain dia punya tempat tersendiri di hatiku. Usianya sekitar 5 tahun hampir sama dengan keponakanku. Setelah selesai berdzikir dan berdo’a, aku mengajaknya salaman dan tos, lalu aku beranjak untuk pulang, dia masih mengikutiku sambil tertawa mengajakku bercanda.Indah.

 Setelah pulang ternyata bayangannya masih terngiang diotakku. Anak itu memang berbeda dengan anak yang lain. Dia telah dititpkan pada kedua orangtua yang luar biasa. Aku yakin suatu saat nanti dia akan memperlihatkan kelebihannya yang luar biasa. Senyumannya memang mampu membuatku menganggapnya seperti adikku sendiri.

 Untuk orang tua jangan pernah menganggap anak sebagai seorang yang bodoh dan tidak memiliki keahlian apapun. Jangan pernah memarahi anak dengan mengatakannya anak nakal anak durhaka bahkan anak bodoh, karena ucapan orangtua adalah do’a dan semakin anak dikatakan seperti itu anak akan berfikir bahwa memang dia seperti itu kemudian dia akan depresi  dan akan jadi seperti itu terus.

 Untuk orangtua yang memiliki anak berbeda dengan anak kebanyakan, yakinlah engkau terpilih oleh Allah untuk menjaga amanahnya yang luar biasa. Karena anak yang luar biasa dititipkan kepada orangtua yang luar biasa.

Wallahua’lam bissawab….

Aku Tau

Hari itu ya hari itu aku tau bagaimana perasaanmu. Tetesan air matamu sudah tak bisa terbendung lagi, namun biarlah mengalir terus aku biarkan hal itu terjadi tapi tidak untuk waktu yang lama. Sedih itu boleh sangat boleh dalam keadaan itu, bersedihlah namun cepatlah bangkit lagi. Aku, kami di sini akan selalu mengelilingimu dengan berjuta kenyamanan yang kau harapkan. Pundak kusiapkan untukmu kapanpun kau membutuhkannya. Aku tau tidak mungkin aku menggantikannya, tapi aku berusaha membuat suasana tak berubah. Love You Pus. Jangan khawatir ❤

Jumat, 17 Juni 2016

Sabtu, 11 Juni 2016

Hai Kamu !

Hai ! Untuk dikau yang sedang di sana, di sini, dan di manapun ragamu berada, tetaplah semangat. Lelah itu pasti, tapi bisa kok dihilangkan. Sedih dan kecewa itu manusiawi ketika apa yang terjadi kepada kita sangat bertentangan dengan harapan. Capek, malas, kesal, its ok asal tidak keblabasan aja.
Saat semua rasa itu menghampiri dan mulai menggerogoti semangat awal kita, ingatlah akan banyak nikmat dari Allah, perbarui semangat, dan mengingat akan niat awal kita. Atau mungkin kamu hanya perlu rehat sejenak, rilekskan pikiran, atau cobalah ambil air wudhu kemudian perbanyak berdzikir.
Hai kau ! Banyak orang yang menunggumu di sini, ya di sini orang menunggumu dengan semangat barumu. Teruntuk dirimu mungkin juga diriku. Haha...

Selasa, 07 Juni 2016

Tak Berharap~

Hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari lainnya jika berbicara masalah hatiku. Entah kenapa rasa itu hinggap lagi, rasa menyukai tetapi tak berharap bersama bahkan tak berharap dia mengetahui rasa ini. Karena sadar akan luar biasanya diri itu dan sadar tak pantas. Hanya do'aku padaNya yang mampu membuat hati yang bergejolak kembali tenang.
Ya memang kalau bicara soal Cinta, tak akan ada akhirnya. Beda orang beda penafsiran akan cinta itu. Sejatinya cinta itu pemberi rasa sejuk bukan nafsu. #haha