Kamis, 08 Desember 2016

Referat Medulla Spinalis

MEDULLA SPINALIS SEBAGAI PUSAT GERAK REFLEKS








DISUSUN OLEH:
LILIA NUR RAHMAWATI SUPRAPTO
16711066
KELOMPOK TUTORIAL 13

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
NOVEMBER 2016
MEDULLA SPINALIS SEBAGAI PUSAT GERAK REFLEKS
LILIA NUR RAHMAWATI SUPRAPTO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
           
Pendahuluan
            Sistem saraf merupakan jalinan saraf yang kompleks, khusus, dan saling berhubungan satu sama lain. Sistem saraf mengontrol interaksi individu dengan lingkungannya. Sistem saraf memungkinkan manusia dapat tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Terdapat tiga komponen penting yang dimiliki sistem saraf yaitu reseptor, penghantar impuls, dan efektor   (Feriyawati, 2005).
            Sistem saraf berdasarkan letaknya digolongkan menjadi dua yaitu sistem saraf pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf perifer terdiri dari autonomik dan somatik sistem (Cecile et al., 2014).

Medulla spinalis memiliki anatomi yang khusus. Medulla spinalis memiliki beberapa fungsi. Fungsi medulla spinalis meliputi sebagai penerus impuls sensorik, penerus impuls motorik, dan pusat gerak refleks (Hall,1833).
Gerak refleks merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensorik,interneuron, dan neuron motor, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak (Wulandari,2009).
 Anatomi Medulla Spinalis
            Medulla spinalis terdapat di dalam canalis vertebralis sampai pada segmen lumbar 2. Di tempat yang lebih kaudal menuju os sacrum, canalis vertebralis menjadi lebih sempit, sehingga di daerah ini tidak lagi terisi oleh medulla spinalis, namun terisi oleh radices nervi lumbales et nervi sacrales nervi spinales. Ujung distalnya yang membentuk kerucut tersebut dinamakan conus medullaris. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan medulla spinalis tidak berjalan secepat columna vertebralis (Paulsen dan Waschke,2015).
            Medulla spinalis memiliki berbagai macam ukuran diameter sesuai letaknya di dalam canalis vertebralis. Diameter medulla spinalis bertambah di area-area yang mempersarafi ekstremitas. Pembesaran diameter terjadi pada dua bagian yaitu, bagian cervical dan lumbosacral. Kedua area pembesaran ini masing-masing dinamakan intumescentia cervicalis dan intumescentia lumbosacralis. Pada bagian cervical, diameter medulla spinalis yang berperan mempersarafi otot lengan memiliki diameter yang lebih besar. Pada bagian lumbosacral, medulla spinalis yang mempersarafi ekstremitas bawah menunjukkan pembesaran diameter (Paulsen dan Waschke,2015).
            Medulla spinalis dilapisi oleh tiga meninges. Tiga lapisan tersebut terdiri dari Dura meter spinalis, Pia meter spinalis, dan Arachnoidea meter spinalis. Dura meter spinalis merupakan yang terkuat dari tiga meninges dan terletak paling jauh di luar. Pia meter spinalis adalah satu membrane yang kaya akan pembuluh darah dan melekat erat dengan permukaan Medulla spinalis. Pia meter meluas jauh ke dalam Fissura mediana anterior. Piameter spinalis bertransisi ke dalam Arachnoidea meter spinalis. Ketiga lapisan tersebut melindungi dan menunjang struktur SSP (Sistem Saraf Pusat) ini di dalam canalis vertebralis (Paulsen dan Waschke,2015).
            Medulla spinalis memiliki struktur simetris seperti cermin. Segmenta medulla spinalis tersusun atas substantia grissea dan alba. Substantia grissea berbentuk kupu-kupu pada potongan melintang dan dikelilingi oleh Substantia alba. Substantia alba tersusun atas serabut neuronal dan sel glia serta terbagi menjadi funiculi. Terdapat tiga macam funiculi, yaitu funiculus posterior, funiculus lateral, dan funiculus anterior. Pusat struktur kupu-kupu mengandung canalis sentralis. Canalis sentralis memiliki ujung buntu di kaudal yang berfungsi untuk mencegah sirkulasi liquor cerebrospinalis (Paulsen dan Waschke,2015).
            Sayap kupu-kupu tersebut mewakili tiga columna yaitu,columna anterior, columna intermedianan, dan columna posterior. Columna ini membentuk cornu anterior, cornu lateral, dan cornu posterior (Tortora dan Derrickson,2015).
            Pada ujung masing-masing cornu, akan membentuk radiks medulla spinalis. Radiks merupakan kumpulan dari nervus spinalis. Terdapat dua jenis radiks yaitu, radiks posterior dan radiks anterior. Radiks anterior berfungsi untuk mengahantarkan impuls motoric dari
otak menuju otot ekstremitas dan di daerah badan. Radiks posterior berfungsi untuk mengahntarkan impuls sensorik dari perifer ke otak (Pearce,2008).
      Gambar 1. Anantomi makroskopik Medulla Spinalis
      Sumber : Buku Tortora,2015

Organisasi Fungsional Medulla Spinalis
            Secara histologis, substantia grissea terbagi menjadi sejumlah lamina yang diberi nomor I sampai X dari dorsal ke ventral. Struktur lamina mencerminkan aspek-aspek fungsional. Laminae I-VI (Cornu posterior) mengandung neuron-neuron relai guna penyampaian asupan sensorik eferen (informasi sensorik dari kulit, informasi propioseptif, dan persepsi nyeri dari perifer). Transmisi ransang nyeri mencapai serabut aferen primer lamina I, substansia gelatinosa (lamina II dan III), dan lamina V (nucleus propius). Lamina VII (cornu laterale) mengandung neuron-neuron guna eferen otonomik. Menurut Neurosci, (2013) mengatakan bahwa Lamina VII dan VIII memiliki fungsi refleks, postur tubuh, dan daya penggerak. Lamina VIII dan IX (Cornu anterior) mengandung neuron-neuron eferen bagi otot-otot (Paulsen dan Waschke,2015).
Gerak Refleks
Gerak refleks adalah gerak yang dihasilakan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensorik,interneuron, dan neuron motor, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks berjalan cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak (Wulandari,2009).
Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh sel saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak. Namun, langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas tersebut dinamakan lengkung refleks (Wulandari,2009).

     Gambar 2. Lengkung refleks
     Sumber : Buku Sobotta,2015

Mekanisme Gerak Refleks pada Medulla Spinalis

Medulla spinalis mengandung sistem yang menghubungkannya dengan pusat-pusat supraspinal dan sistem otonom setempat yang mampu mencetuskan refleks-refleks spinal tanpa perlu asupan dari struktur-struktur neurospinal supraspinal. Refleks spinal penting untuk menjaga tonus otot dan melindungi dari ransang-ransang berbahaya. Ransang berbahaya tersebut contohnya adalah refleks withdrawal dari ransang yang menyakitkan (Paulsen dan Waschke,2015).
Terdapat dua jenis sambungan refleks spinalis atau sering disebut dengan sirkuit refleks, yaitu refleks monosinaptik dan polisinaptik. Sirkuit refleks monosinaptik merupakan lintasan refleks yang memiliki satu sinaps. Contoh refleks monosipnaptik adalah refleks regang khas seperti refleks sentakan lutut dan lain sebagainya. Sedangkan, sirkuit refleks polisinaps merupakan lintasan refleks yang memiliki lebih dari satu sinaps. Contoh refleks polisinaps adalah refleks fleksor yang dicetuskan oleh reseptor-reseptor kulit (Paulsen dan Waschke,2015).
Refleks fisiologis atau refleks regang meliputi refleks biceps,brachioradialis, triceps,pattelar,dan archilles. Refleks biceps dan brachioradialis akan diteruskan ke medulla spinalis segmen C5 dan C6. Refleks triceps akan diteruskan ke medulla spinalis segmen C6-C8. Refleks pattelar akan diteruskan ke medulla spinalis segmen L2-L4. Dan Refleks Achilles akan diteruskan ke medulla spinalis segmen L5-S2.
Refleks Fleksor di medulla spinalis meliputi refleks abdomen,cremaster,telapak kaki, dan anal. Refleks abdomen diteruskan ke medulla spinalis segmen T8-T12. Refleks cremaster akan diteruskan ke medulla spinalis segmen L1 dan L2. Refleks telapak kaki akan diteruskan ke medulla spinalis segmen S1 dan S2. Dan refleks anal akan diteruskan ke medulla spinalis segmen S3-S5 (Paulsen dan Waschke,2015).



RINGKASAN

Medulla spinalis terdapat di sepanjang canalis vertebralis, namun hanya sampai pada lumbar 1 dan 2. Medulla spinalis memiliki bentuk yang sama namun diameter yang berbeda di setiap bagian canalis vertebralis. Anatomi dari medulla spinalis dibedakan menjadi dua yaitu anatomi makroskopis dan mikroskopis.
Medulla spinalis memiliki berbagai fungsi, salah satunya sebagai pusat gerak refleks. Gerak refleks pada medulla spinalis terdi dari dua macam yaitu refleks regang dan refleks fleksor. Mekanisme gerak refleks dimulai dari stimulus masuk pada cornu posterior melewati neuron sensorik lalu diteruskan oleh interneuron kemudian diteruskan neuron motorik melewati cornu posterior.


DAFTAR PUSTAKA

Paulsen,F.,Waschke,J.Sobotta Atlas Anatomi Manusia (23rd ed).Jakarta:ECG.2015.
Tortora,G.J.,Derrickson,B.Principles of Anatomy and Physiology (13th ed).USA:Wiley.2014.
Cecile,U.A.,Bitton,T.,Elena,M.D.,Tyler,M.,Mattew,B.D.Neuroanatomy,Neurophysiology,and Dysfunction of the Female Lower Urinary Tract. Jurnal of Female Pelvic Medicine and Reconstructive 2014;2(65-75) <http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/245662082014 diakses pada Nov.22,2016.
Hall,M.Medulla Oblongata and Medulla Spinalis On the Refleks Function. Jurnal of Philosophical Transaction 1833;123(635-665) <http://rslt.royalsocietypublishing.org/content/123/635.full.pdf+html>, diakses pada Nov.22,2016.
Neurosci,J. A Novel Grwoth-Promoting Pathway Formed by GDNF-Overexpressing Schwan Cells Promotes Propiospinal Axonal Regeneration, Synapse formation, and Partial Recovery of Function after Spinal Cord Injury.Jurnal of National Institutes of Helath 2013;33(5655-5667) <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3664932/>, diakses pada Nov.22,2016.
Pearce,J.M.S.The Development of Spinal Cord Anatomy.Jurnal of Historical Riview 2008;59(286-291) <http://content.karger.com/Article/Abstract/121417>, diakses pada Nov.22,2016.
Wulandari,I.,P.Pembuatan Alat Ukur Kecepatan Respon Manusia Berbasis Mikrokontroller. Jurnal Neutrio 2009;2(1-12) <http://download.portalgaruda.org/article.php?article=116186&val=5269>, diakses pada Nov.22,2016.




Sabtu, 29 Oktober 2016

Kemarin



Kemarin


Baru kemarin aku merasakannya
Merasakan sesuatu yang berbeda kepadamu
Sesaat saja
Benar-benar hanya sesaat yang mendebarkan
Tiba-tiba datanglah oranglain yang lebih mengharapkanmu
Mengharapkan cintamu untuknya
Aku hanya bisa diam
Memahami semua keadaan yang ada
Namun aku akan tetap
Tetap dengan perasaanku
Perasaan yang akan aku simpan jauh
Ingin tak seorangpun tau
Menyimpannya dengan sebisu-bisunya caraku
Biarkanlah berjalan seperti ini
Denganku tak berharap balsanmu
Hanya aku ingin kau tetap di sini
Di sini menemani perasaanku

Senin, 19 September 2016

Maaf...

Pertemenan...
Ada saatnya kita berkenalan dengan dengan orang-orang baru lalu menjadi teman, saling mengenal, kemudian menjadi sahabat, bahkan menganggapnya menjadi keluarga. Begitu pula perasaanku kepadamu, aku telah sampai dititik di maba aku mengganggapmu sebagai keluargaku, merasakan sakit ketika dirimu sakit, merasakan apa yang kamu rasakan, dan memang seperti itulah seharusnya perasaan ketika menjadi satu keluarga.
Aku pernah berharap menjadi seseorang yang tak akan pernah kau lupakan. Namun, diri ini tak tau apakah sepeti itu pula dari sisimu. Mungkin tidak, tapi aku tetap berharap jawaban iya darimu.

Sampai pada suatu saat, hubungan ini benar-benar hilang, entah apa yang menjadi dasar dirimu menghilangkan hubungan ini. Mungkin kamu memandangku salah, mungkin kamu memandangku tak pantas. Kesempatan untuk menjelaskan pun tak kamu berikan. Ketahuilah kawan, aku benar-benar merasa kehilangan dirimu yang dahulu. Ketahuilah pula, perasaanku padamu tak sedikitpun berubah. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu, katakan apa salahku. Aku Mohon...

Rabu, 03 Agustus 2016

Tak akan Mungkin Tertukar

Aku tau semua kelebihanmu.
Tutur katamu yang santun, cara pandangmu yang luas, pribadimu yang dewasa, membuatku merasa kagum denganmu.
Bahkan belum aku temukan sisi kekuranganmu.
Aku yang hanya manusia biasa.
Aku dengan kelebihan dan kekuranganku.
Mencintaimu dengan caraku sendiri.
Caraku yang mungkin tak diketahui dan tak sama dengan orang lain.
Aku yakin kalau memang dirimulah yang sejati.
Tak kan mungkin tertukar.

Rabu, 22 Juni 2016

Anak

 Anak merupakan karunia Allah yang dititipkan kepada semua makhluk yang telah dipilih-Nya. Setiap anak pasti memiliki kecerdasannya masing-masing. Allah pasti telah mengaruniakan keahlian yang luar biasa pada diri anak masing-masing, baik yang sekarang telah terlihat ataupun yang belum terlihat, yakinlah suatu saat nanti akan terlihat keahlian itu.

 Sore ini seperti biasa setelah mendengar adzan maghrib, hal pertama yang kulakukan yaitu mematikan tv walaupun sebenarnya masih pengen liat kelanjutan dari film india yang sedang sangat digandrungi oleh ibu-ibu tak terkecuali aku yaitu Uttaran (hahaha). Segera wudhu dan ke masjid. Ibu dan Bapakku berangkat duluan karena enggan lama menungguku. Untuk mempersingkat waktu perjalanan ke masjid, aku memilih menaiki motor tua milik Bapak yang suaranya memekakkan telinga, tapi motornya tuh masih asik gitu, apalagi ditambah dengan dua spionnya yang menjulang ke atas bak kuping kelinci, pokoknya unyu deh-kamu harus nyobain kapan-kapan-.  Walapun aku sudah berusaha untuk ngebut tetap saja iqamahpun menyambut kedatanganku ke masjid sore ini.

 Masuk masjid, mengikuti imam sholat, dan selesai kemudian berdzikir. Seperti biasa setiap aku ke masjid ada satu anak yang setia duduk menungguku di depan sajadah dengan posisi bersila. Selalu memperhatikanku sambil tertawa beberapa kali setelah melihatku. Anak itu berbeda dengan yang lain dia punya tempat tersendiri di hatiku. Usianya sekitar 5 tahun hampir sama dengan keponakanku. Setelah selesai berdzikir dan berdo’a, aku mengajaknya salaman dan tos, lalu aku beranjak untuk pulang, dia masih mengikutiku sambil tertawa mengajakku bercanda.Indah.

 Setelah pulang ternyata bayangannya masih terngiang diotakku. Anak itu memang berbeda dengan anak yang lain. Dia telah dititpkan pada kedua orangtua yang luar biasa. Aku yakin suatu saat nanti dia akan memperlihatkan kelebihannya yang luar biasa. Senyumannya memang mampu membuatku menganggapnya seperti adikku sendiri.

 Untuk orang tua jangan pernah menganggap anak sebagai seorang yang bodoh dan tidak memiliki keahlian apapun. Jangan pernah memarahi anak dengan mengatakannya anak nakal anak durhaka bahkan anak bodoh, karena ucapan orangtua adalah do’a dan semakin anak dikatakan seperti itu anak akan berfikir bahwa memang dia seperti itu kemudian dia akan depresi  dan akan jadi seperti itu terus.

 Untuk orangtua yang memiliki anak berbeda dengan anak kebanyakan, yakinlah engkau terpilih oleh Allah untuk menjaga amanahnya yang luar biasa. Karena anak yang luar biasa dititipkan kepada orangtua yang luar biasa.

Wallahua’lam bissawab….

Aku Tau

Hari itu ya hari itu aku tau bagaimana perasaanmu. Tetesan air matamu sudah tak bisa terbendung lagi, namun biarlah mengalir terus aku biarkan hal itu terjadi tapi tidak untuk waktu yang lama. Sedih itu boleh sangat boleh dalam keadaan itu, bersedihlah namun cepatlah bangkit lagi. Aku, kami di sini akan selalu mengelilingimu dengan berjuta kenyamanan yang kau harapkan. Pundak kusiapkan untukmu kapanpun kau membutuhkannya. Aku tau tidak mungkin aku menggantikannya, tapi aku berusaha membuat suasana tak berubah. Love You Pus. Jangan khawatir ❤

Jumat, 17 Juni 2016

Sabtu, 11 Juni 2016

Hai Kamu !

Hai ! Untuk dikau yang sedang di sana, di sini, dan di manapun ragamu berada, tetaplah semangat. Lelah itu pasti, tapi bisa kok dihilangkan. Sedih dan kecewa itu manusiawi ketika apa yang terjadi kepada kita sangat bertentangan dengan harapan. Capek, malas, kesal, its ok asal tidak keblabasan aja.
Saat semua rasa itu menghampiri dan mulai menggerogoti semangat awal kita, ingatlah akan banyak nikmat dari Allah, perbarui semangat, dan mengingat akan niat awal kita. Atau mungkin kamu hanya perlu rehat sejenak, rilekskan pikiran, atau cobalah ambil air wudhu kemudian perbanyak berdzikir.
Hai kau ! Banyak orang yang menunggumu di sini, ya di sini orang menunggumu dengan semangat barumu. Teruntuk dirimu mungkin juga diriku. Haha...

Selasa, 07 Juni 2016

Tak Berharap~

Hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari lainnya jika berbicara masalah hatiku. Entah kenapa rasa itu hinggap lagi, rasa menyukai tetapi tak berharap bersama bahkan tak berharap dia mengetahui rasa ini. Karena sadar akan luar biasanya diri itu dan sadar tak pantas. Hanya do'aku padaNya yang mampu membuat hati yang bergejolak kembali tenang.
Ya memang kalau bicara soal Cinta, tak akan ada akhirnya. Beda orang beda penafsiran akan cinta itu. Sejatinya cinta itu pemberi rasa sejuk bukan nafsu. #haha

Kamis, 12 Mei 2016

Karya Ilmiah



PERAN PASIR SAND DUNE
SEBAGAI PENGHANTAR PANAS

Disusun Oleh :

Dhifa Azalia Ars Abdin                                  (18841/X AKSEL MIA 8/05)
Hayin Kasbiyani                                             (18843/X AKSEL MIA 8/07)
Intan Paramesta Retnaningdyah                     (18844/X AKSEL MIA 8/08)
Lilia Nur Rahmawati Suprapto                       (18846/X AKSEL MIA 8/10)


SMA NEGERI 1 KLATEN
2014/2015

HALAMAN PENGESAHAN
KARYA ILMIAH STUDY EXCURSION
Berjudul
Peran Pasir Sand Dune sebagai Penghantar Panas
Disusun oleh :

1.      Dhifa Azalia Ars Abdin                                  (18841/X AKSEL MIA 8/05)
2.      Hayin Kasbiyani                                             (18843/X AKSEL MIA 8/07)
3.      Intan Paramesta Retnaningdyah                     (18844/X AKSEL MIA 8/08)
4.      Lilia Nur Rahmawati Suprapto                       (18846/X AKSEL MIA 8/10)
Telah disetujui dan disahkan pada,
                  hari                              : Jumat
                  tanggal                        : 20 Maret 2015

Pembimbing 1                                                    Pembimbing 2


Dra. Indarwati                                                   Resmiyati, M.Pd
NIP. 195804181981112001                              NIP. 19710805 199802 2 005                                               


Mengesahkan,
Kepala Sekolah



Drs.Kawit Sudiyono, M.Pd.
NIP.19620205 198903 1 009





KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena berkat limpahan rahmat, hidayat, dan inayah-Nya sehingga Laporan Kegiatan Study Excursion ini selesai tepat pada waktunya.
      Laporan ini memuat hasil penelitian mengenai peran Pasir Sand Dune sebagai Penghantar Panas pada kegiatan Study Excursion yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Februari 2015 di Sand Dune Yogyakarta.
      Kami menyadari bahwa laporan ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada :
1.      Bapak Drs. Kawit Sudiyono, M.Pd. selaku Kepala SMA N 1 Klaten
2.      Ibu Dra. Indarwati selaku guru pembimbing 1
3.      Ibu Resmiyati, M.Pd. selaku guru pembimbing 2
4.      Ibu Resmiyati, M.Pd. selaku wali kelas X MIA 8
5.      Teman-teman seperjuangan yang selalu memberi semangat.
6.      Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Dalam menyusun laporan ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
Klaten, 20 Februari 2015
Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………….…………..i
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………...iii
DAFTAR ISI………………………...……………………………………………..iv
DAFTAR TABEL………………………………………………………………….vi
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………...vii
MOTTO………………………………………..………………….………………viii
ABSTRAK………………………………………………………………………….1
BAB I PENDAHULUAN……………………...…………………………………...2
1.1 Latar Belakang…………………………………………………..…………….2
1.2 Rumusan Masalah……………………..…………………………………..…..3
1.3 Tujuan Penelitian…………………………..………………………………….3
1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………………………....3
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………...……..……4
2.1 Kajian Pustaka ……………...…………………….…………………………….4
2.2 Kerangka Berpikir …………………………………………….……………....7
BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………..…………………...….8
3.1 Waktu dan Tempat ……………………………….…………………………...8
3.2 Alat dan Bahan ………………….…………………………………………….8
3.3 Langkah Kerja ………………………….……………………………………..9
3.4 Metode Pengumpulan Data ………………………..………………………...13
3.5 Metode Pengolahan Data ……………………………..……………………… 14
BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN……...……………………..……..16
4.1 Hasil Pengamatan dan Percobaan ...……………………………….…..…....16
4.2 Pembahasan Hasil Pengamatan dan Percobaan …...…………………………23
4.3 Hubungan Daya Hantar Panas dengan Kandungan Zat dalam Pasir…………31
BAB V KESIMPULAN…………………………………….……………………32
5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………...32
5.2 Saran ………………………………………..……………………………….33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
Tabel 1.Hasil Pengamatan pasir Sand Dune……………………………………..16
Tabel 2.Hasil Pengamatan Pasir Geospasial…………………………………..…17
Tabel 3.Hasil Percobaan Warna Pasir…………………………………………...18
Tabel 4.Hasil Percobaan Macam Pasir…………………………………………..18
Tabel 5.Hasil Percobaan Ukuran Pasir…………………………………………..19
Tabel 6.Hasil Percobaan Berat Pasir……………………………………………..19
Tabel 7.Hasil Percobaan Massa Jenis Pasir……………………………………...20
Tabel 8.Hasil Percobaan Kelembaban Pasir……………………………………..20
Tabel 9.Hasil Percobaan Laju Peresapan Pasir…………..……………………...20
Tabel 10.Hasil Percobaan Kekerasan Pasir……….…………...………………...21
Tabel 11.Hasil Percobaan Warna Nyala Pasir………….……………………......21
Tabel 12.Hasil Percobaan Tingkat Keasaman Pasir……………………………...21
Tabel 13.Hasil Percobaan Kadar Organik Pasir………………………………….22
Tabel 14.Hasil Percobaan Daya Hantar Panas Pasir………………...…………...22











DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.Skema Alur Penelitian………………………………………………..7












MOTTO
“Syukurilah, Manfaatkanlah, Nikmatilah, yang Telah Tuhan Ciptakan untuk Kita, Salah Satunya Sand Dune





ABSTRAK
            Dhifa Azalia Ars Abdin. Nomor induk : 18841, Hayin Kasbiyani. Nomor induk : 18843, Intan Paramesta Retnoningdyah. Nomor induk : 18844, Lilia Nur Rahmawati Suprapto. Nomor induk : 18846.Peran Pasir Sand Dune sebagai Penghantar Panas. Laporan penelitian. Kelas X MIA 8, SMA NEGERI 1 KLATEN.
            Penelitian ini berlatar belakang mengenai manfaat dan kandungan dari salah satu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yaitu pasir Sand Dune, yang belum banyak digali potensinya. Dengan mengetahui manfaat dan kandungan yang terdapat dalam pasir Sand Dune, kita dapat lebih bersyukur atas karunia Tuhan.
            Rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan penelitian ini adalah “Apakah perbedaan antara pasir Sand Dune dengan pasir yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten serta pasir Geospasial yang ditinjau dari segi kimia?”. Oleh karena itu, obyek dalam penelitian itu adalah pasir Sand Dune kemudian dibandingkan dengan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten, yang ditinjau dari segi kimia serta pasir Geospasial.
            Dalam memperoleh data yang diperlukan, digunakan metode observasi, wawancara, percobaan, dan studi pustaka.
            Dalam laporan penelitian ini, kami menggunakan kajian kualitatif dan kuantitatif. Sebab kami menjelaskan masing-masing dari data yang kami peroleh dengan menggunakan angka dan penguraian.
            Dari hasil analisis menggunakan hasil percobaan, menunjukkan pasir Sand Dune memliki perbedaan yang cukup banyak dengan pasir di lingkungan sekitar, ditinjau dari segi kimia, dilihat dari kandungan material, kadar organik, massa jenis, dan lain-lain. Pasir Sand Dune juga merupakan penghantar panas lebih baik dibanding dengan pasir di lingkungan sekitar.
Kata kunci : Sand Dune, konduktor, sifat kimia.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Karunia yang telah Tuhan ciptakan kepada makhluknya amatlah banyak dan beragam, mulai dari yang berada di daratan, di udara, sampai di lautan. Dimulai yang ada di daratan, kita dapat menjumpai gunung yang luar biasa kokohnya, di udarapun kita dapat menjumpai karunia Tuhan yang berupa awan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Begitu pula di lautan kita dapat menjumpai air laut dan pasir laut yang melimpah.
Semua yang telah Tuhan ciptakan tidak ada yang sia-sia, dan pasti ada manfaat dibaliknya. Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sudah sepatutnya kita mencari tahu dan menggali apa saja kandungan dan manfaat dari berbagai karunia Tuhan yang telah dititipkan untuk kita. Dengan mengetahui kandungan dan manfaatnya kita dapat lebih bersyukur kepada Tuhan, dan secara maksimal kita dapat memanfaatkannya.
Oleh karena itu, kami mencoba untuk meneliti salah satu ciptaan Tuhan yang berada di wilayah Pantai Depok, yang berupa Pasir Sand Dune untuk mengetahui kandungan dan manfaatnya, agar masyarakat lebih mengetahui terdapat banyak potensi dari pasir tersebut.
1.2        Rumusan Masalah
1. Apa perbedaan antara pasir Sand Dune dengan pasir Geospasial serta pasir yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten yang ditinjau dari segi kimia ?
2. Apakah pasir Sand Dune merupakan penghantar panas lebih baik dari pasir Geospasial, dan pasir yang ada di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten  ?
3.  Mengapa tanaman dapat tumbuh di Sand Dune dan Geospasial ?

1.3        Tujuan Penelitian
1. Menganalisis pasir di Sand Dune dan membandingkan dengan pasir di Geospasial, dan pasir yang ada di sekitar lingkungan SMA Negeri 1 Klaten.
2. Menganalisis daya hantar panas dari pasir Sand Dune, pasir Geospasial, serta pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.

1.4        Manfaat Penelitian
1. Mengetahui kandungan dan manfaat dari pasir di Sand Dune.
2. Mengetahui perbedaan antara pasir Sand Dune dengan pasir Geospasial, dan pasir yang ada di sekitar SMA Negeri 1 Klaten.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Kajian Pustaka
2.1.1 Terjadinya Gumuk Pasir
Gumuk pasir merupakan fenomena alam yang langka dan satu-satunya di Asia Tenggara, berupa gundukan-gundukan pasir yang membentuk bukit-bukit akibat terbawa oleh hembusan angin. Gumuk pasir ini terjadi karena material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa arus aliran Sungai Progo dan Sungai Opak yang diendapkan di pantai. Endapan pasir ini terpukul gelombang ke darat dan pada saat air laut surut endapan pasir tertiup angin kencang dari laut sehingga lama kelamaan terbentuklah bukit pasir. Proses terbetuknya Sand Dune memakan waktu ribuan tahu sampai akhirnya terbentuk gumuk pasir yang sekarang ini. Bentuk dari gumuk pasir ini bermacam-macam, antara lain :
a.       Tipe bulan sabit (Barchanoid dunes)
Bentuk gumuk pasir ini menyerupai bulan sabit yang terbentuk pada daerah sedikit berpenghalang, dengan kemiringan asimetri. Bagian lereng yang menghadap angin lebih landai daripada yang membelakangi angin. Ketinggian gumuk pasir biasanya antara 5 – 15 meter. Sebagian besar gumuk pasir di Parangtritis bertipe bulan sabit.
b.      Tipe melintang (Transverse dunes)
Bentuk gumuk pasir tipe melintang seperti ombak yang tegak lurus terhadap arah angin. Gumuk pasir ini terbentuk di daerah tidak berpenghalang dan cadangan pasirnya banyak. Apabila cadangan pasirnya berkurang, maka gumuk pasir tipe melintang akan berubah menjadi tipe bulan sabit.
c.       Tipe parabola (Parabolic dunes)
Bentuk gumuk pasir parabola hampir sama dengan tipe bulan sabit, yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabola arahnya menghadap arah angin.
d.      Tipe memanjang (Longitudinal dunes)
Gumuk pasir tipe memanjang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain yang searah dengan gerakan angin. Perubahan arah angin membentuk celah yang terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.
Gumuk pasir di sepanjang laut selatan adalah fenomena alam yang sangat langka. Bahkan gumuk pasir dengan karakteristik yang sama hanya dijumpai di Meksiko. Sebaran gumuk pasir pantai selatan ini memanjang dari muara Sungai Opak hingga Parangtritis. Jarak terdekat gumuk pasir dari pantai sekitar 200 meter dan terjauh 1,8 kilometer.
Sebagai fenomena yang langka gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Ada 3 tempat dengan cadangan air yang melimpah yaitu, daerah di antara  2 gunung api muda, Daerah berbatuan gamping dan daerah pesisir pantai. Daerah berpasir seperti ini memiliki kemampuan meloloskan air yang tinggi sehingga memberikan cadangan air bagi masyarakat pesisir pantai selatan. Selain itu keberadaan Sand Dunes (gumuk pasir) dapat meredam hantaman gelombang tsunami, satu kerentanan bencana di pesisir selatan jawa. Sehingga dengan keberadaan gumuk pasir resiko bencana tsunami dapat berkurang.
2.1.2        Faktor yang mempengaruhi terbentuknya Sand Dune :
a.       Material Gunung Api
b.      Sungai
c.       Pegerakan Angin
d.      Graben Bantul

2.1.3        Potensi yang dimiliki oleh pasir Sand Dune :
a.       Penyangga ekosistem
b.      Tempat pariwisata
c.       Sebagai tempat penelitian dan iptek


2.2      Kerangka Berfikir 
Untuk mengetahui pemanfaatan dari pasir Sand Dune yang diketahui dari kandungannya, terlebih dahulu kami meneliti sifat kimia dan kandungannya. Setelah mengetahui kandungan dari pasir Sand Dune, kami membandingkan dengan sifat kimia dan kandungan dari pasir Geospasial dan pasir yang terdapat pada lingkungan SMA Negeri 1 Klaten. Setelah membandingkannya, kami mengkaitkan dengan potensi yang dimiliki oleh pasir Sand Dune.
Gambar 1.Skema Alur Penelitian
Meneliti Sifat Kimia dan Kandungan dari Pasir Sand Dune, Pasir Geospasial dan Pasir Lingkungan SMA Negeri 1 Klaten
                                   

Mengetahui Potensi yang Dimiliki oleh Pasir Sand Dune
Mengaitkan Potensi yang Dimiliki Pasir Sand Dune dalam Kehidupan Sehari-hari
 









BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1  Waktu dan Tempat
3.1.1        Waktu dan Tempat Pegamatan
hari                           : Rabu
tanggal                     : 25 Februari 2015
waktu                       : 07.00 WIB – selesai
tempat                      : Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis, Parangtritis, Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gumuk Pasir di Jalan Gumuk Pasir, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
3.1.2        Waktu dan Tempat Percobaan
tanggal                     : 3 Maret 2015 – 10 Maret 2015
waktu                       : 14.30 WIB – selesai
tempat                      : Ruang Kelas X Aksel MIA 8, SMA Negeri 1 Klaten
3.2  Alat dan Bahan
Pasir Sand Dune                                             Indikator universal(PH meter)
            Pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten            Pemanas
Pasir Geospasial                                              Karet gelang
Termometer                                                     Kawat nikrom
Hygrometer                                                     Kantong plastik bening
Gelas ukur                                                                   Air Bersih
3.3  Langkah Kerja
3.3.1        Meneliti sifat kimia pasir di Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten.
3.3.1.1  Mengamati warna :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dune dan pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten yang akan diamati.
2.      Mengamati dengan indra warna dari ketiga pasir tersebut.
3.3.1.2  Mengamati macam pasir  :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dune, pasir Geospasial dan pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten yang akan diamati.
2.      Mengamati masing-masing pasir, lalu mencari literatur di internet mengenai macam pasir, dan dicocokkan dengan ketiga pasir tersebut, berdasarkan ciri-ciri yang telah diamati.
3.3.1.3  Meneliti ukuran pasir :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dune, pasir Geospasial, serta pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten secukupnya.
2.       Mengukur masing-masing pasir dengan jangka sorong.
3.3.1.4  Meneliti berat pasir :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir daerah sekitar secukupnya.
2.      Menimbang pasir masing-masing dengan menggunakan neraca ohauss.
3.      Mengalikan hasil penimbangan dengan percepatan gravitasi (10 m/s2 ).

3.3.1.5  Mengukur massa jenis pasir :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten secukupnya, neraca ohauss, gelas ukur, dan air.
2.      Menimbang masing-masing pasir dengan neraca ohauss dan mencatat hasilnya.
3.      Mengukur volume masing-masing pasir dengan cara, memasukkan air ke dalam gelas ukur sebanyak 30 ml, kemudian memasukkan masing-masing pasir ke dalamnya, dan mencatat kenaikan air dalam gelas ukur.
4.      Membagi massa masing-masing pasir dengan volume masing-masing pasir.
3.3.1.6  Mengukur kelembaban pasir :
1.      Menyiapkan hygrometer yang telah diberi air.
2.      Meletakkan hygrometer pada daerah Sand Dune, Geospasial, dan di sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
3.      Lalu membaca hasil dari hygrometer tersebut, dengan cara mencari selisih antara 2 termometer yang ada di hygrometer, lalu mencocokan dengan tabel yang terdapat dalam hygrometer.
3.3.1.7  Mengukur laju peresapan pasir :
1.      Menyiapkan masing-masing pasir, gelas ukur, air, penggaris, dan stopwatch.
2.      Memasukkan masing-masing pasir ke dalam gelas ukur.
3.      Mengukur ketinggian masing-masing pasir yang telah dimasukkan di dalam gelas ukur.
4.      Memasukkan air ke dalam masing-masing ke dalam gelas ukur dengan volume yang sama.
5.      Menghitung waktu yang diperlukan air untuk mampu meresap ke dalam tanah
6.      Membagi hasil ketinggian tanah dengan hasil pengukuran waktu.
3.3.1.8  Mengamati kekerasan pasir :
1.      Menyiapkan pasir Sand Dunes dan pasir di sekitar SMA Negeri 1 Klaten secukupnya.
2.      Mengambil masing masing pasir dengan ujung jari.
3.      Menggoreskan ujung jari yang telah terdapat pasir ke tembok atau ke kertas hitam.
4.      Mengamati hasil goresan yang ditimbulkan. Jika kertas hitam atau tembok terdapat goresan, maka pasir tersebut bersifat keras dan sebaliknya.

3.3.2        Membakar pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir daerah SMA Negeri 1 Klaten dengan kawat nikrom, serta mengamati warna yang dihasilkan. Untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam pasir Sand Dune dan pasir yang ada di sekitar SMA Negeri 1 Klaten :
1.      Menyiapkan kawat nikrom, dan potong kawat nikrom sesuai kebutuhan.
2.      Mengambil pasir 1 jumput, kemudian menaruhnya di atas kawat nikrom.
3.      Menyiapkan pemanas yang akan digunakan, dan menyalakannya.
4.      Membakar kawat nikrom di atas pemanas dengan api yang berwarna biru.
5.      Saat kawat nikrom terbakar, mengamati nyala api yang dihasilkan.
6.      Mencocokkan warna nyala yang dihasilkan dengan literatur di internet, yang masing-masing warna menandakan jenis atom yang berbeda.

3.3.3        Mengukur derajat keasaman (pH) pasir Sand Dune , pasir Geospasial, dan pasir tanah daerah SMA Negeri 1 Klaten. Dengan cara :
1.      Mengambil 1 sendok pasir.
2.      Memberi air secukupnya.
3.      Menyelupkan kertas lakmus ke dalamnya selama kurang lebih 30 detik, kemudian mengambilnya.
4.      Lalu mengamati warna yang dihasilkan pada kertas lakmus, dan mencocokkan dengan tabel yang ada di kemasan kertas lakmus.

3.3.4        Menguji kadar organik secara visual, dengan cara :
1.    Mengambil sampel pasir sebanyak setengah volume plastik yang disiapkan.
2.    Menambahkan air bersih hingga hampir penuh.
3.    Meniup plastik sampai melembung dan mengikat ujung plastik dengan karet.
4.    Mengaduk dengan cara mengocok perlahan-lahan plastik agar pasir dan air bercampur merata.
5.    Menggantungkan plastik tersebut selama 2 jam sampai mengendap.
6.    Mengamati lapisan pasir yang paling atas.

3.3.5.      Menguji daya hantar panas dari pasir, dengan cara :
1.    Menyiapkan pasir yang akan diuji secukupnya, baik pasir Sand Dune serta pasir di daerah sekitar SMA Negeri 1 Klaten. Dan ketiganya ditimbang dengan massa yang sama.
2.    Memasukkan masing-masing pasir ke dalam wajan.
3.    Memanaskan pasir dengan api sedang sambil diaduk-aduk, dan menghitung berapa lama pasir akan menjadi panas di semua bagian. Pada hal ini, dapat dicoba dengan memasukkan kerupuk ke dalam pasir yang dipanaskan, jika kerupuk dapat mengembang, itu berarti semua bagian pada pasir telah menjadi panas.

3.3.6        Membandingkan hasil-hasil yang telah didapatkan antara pasir Sand Dune dengan pasir yang terdapat di daerah sekitar.

3.4.      Metode Pengumpulan Data
Cara mengumpulkan data dengan 3 cara yaitu :
1.      Observasi
Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data atau fakta yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.
2.      Percobaan 
Merupakan serangkaian kegiatan dimana setiap tahap dalam rangkaian benar-benar terdefinisikan, dan dilakukan untuk menemukan jawaban tentang permasalahan yang diteliti melalui suatu pengujian hipotesis.
3.      Wawancara
Menurut pengertiannya, wawancara adalah teknik pengumpulan data atau informasi dari informan dan atau responden yang sudah ditetapkan, dilakukan dengan cara tanya jawab sepihak tetapi sistematis atas dasar tujuan penelitian yang hendak dicapai.
4.      Studi Pustaka
Atau literatur merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang diambil dari berbagai data yang sudah ada sebelumnya dimana data-data tersebut dapat diakses secara langsung melalui internet. Data-data yang digunakan tersebut haruslah akurat dan diambil dari sumber yang memiliki kemampuan dibidangnya atau memiliki kredibilitas.
3.5 Metode Pengolahan Data
                     Data yang telah kami peroleh, kemudian kami oleh dengan metode :
1.      Tabulasi
Data yang telah diperoleh, kami susun ke dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami dan mudah dalam menarik kesimpulan.
2.      Deskripsi
Data yang teah diperoleh dan telah diolah menjadi tabel, kemudian kami deskripsikan menjadi bentuk narasi, dan untuk menarik kesimpulan.
















BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1              Hasil Pengamatan
1.      Sand Dune
Tabel 1.Hasil Pengamatan pasir Sand Dune
Hal yang ditemukan
Penjelasan
Letak
Sand Dune terletak di Jalan Gumuk Pasir, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 
Hewan
Serangga kecil, kucing, reptil kecil
Tumbuhan
Ada beberapa jenis tumbuhan yang kami temukan. Diantaranya adalah terong, bawang merah, beberpa tumbuhan jenis gymnospermae, beberapa jenis rumput, serta pandan.
Tumbuhan yang hidup di sana memiliki akar panjang yang digunakan untuk menembus tanah dan mencari unsur hara dan air guna bertahan hidup.
Tumbuhan lebih banyak tumbuh di daratan lebih rendah daripada dataran tinggi.
Arang
Ditemukan serpihan arang di permukaan pasir.
Batuan
Batuan yang ditemukan hanya berupa serpihan yang berukuran kecil.



2.      Geospasial
Tabel 2.Hasil Pengamatan Pasir Geospasial
Hal yang ditemukan
Penjelasan
Letak
Geospasial terletak di Parangtritis, Parangtritis, Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Hewan
Serangga kecil, kucing, reptil kecil
Tumbuhan
Ada beberapa jenis tumbuhan yang kami temukan. Diantaranya adalah talok, kamboja, lidah buaya,serta beberapa jenis rumput.
Tumbuhan yang hidup di sana memiliki akar panjang yang digunakan untuk menembus tanah dan mencari unsur hara dan air guna bertahan hidup.
Tumbuhan lebih banyak tumbuh di daratan lebih rendah daripada dataran tinggi.
Arang
Ditemukan serpihan arang di permukaan pasir.
Batuan
Ada beberapa batuan yang terdapat di Geospasial yang berukuran sedang sampai besar.



a.                  Hasil Percobaan
1.                  Warna
Tabel 3.Hasil Percobaan Warna Pasir
Jenis Pasir
Warna
Sand Dune
Hitam keabu-abuan
Geospasial
Hitam keabu-abuan
SMA Negeri 1 Klaten
Hitam


2.                  Macam Pasir  
Tabel 4.Hasil Percobaan Macam Pasir
Jenis Pasir
Keterangan
Macam Pasir
Sand Dune
Terasa kasar, sedikit lengket di tangan, tidak dapat dipadatkan
Pasir
Geospasial
Terasa kasar, sedikit lengket di tangan, tidak dapat dipadatkan
Pasir
SMA Negeri 1 Klaten
Terasa kasar, sedikit melekat, dapat dipadatkan tetapi mudah hancur
Pasir berlempung

3.                  Ukuran 
Tabel 5.Hasil Percobaan Ukuran Pasir
Jenis Pasir
Ukuran Pasir
Sand Dune
0,05 mm - 2 mm
Geospasial
0,05 mm - 2 mm
SMA Negeri 1 Klaten
0,05 mm - 2 mm

4.                  Berat
Tabel 6.Hasil Percobaan Berat Pasir
Jenis Pasir
Massa (satu sendok pasir)
Berat (satu sendok pasir)
Sand Dune
0,0077 kg
0,077 N
Geospasial
0,00935 kg
0,0935 N
SMA Negeri 1 Klaten
0,0107 kg
0,107 N

5.                  Massa Jenis
Tabel 7.Hasil Percobaan Massa Jenis Pasir
Jenis Pasir
Massa (kg)
Volume (m3)
Massa Jenis (kg/m3)
Sand Dune
0,0077
2,5 x 10-6
3,08
Geospasial
0,00935 kg
3 x 10-6
3,116
SMA Negeri 1 Klaten
0,0107 kg
4 x 10-6
2,675

6.                  Kelembaban
Tabel 8.Hasil Percobaan Kelembaban Pasir
Jenis Pasir
Kelembaban (%)
Sand Dune
74%
Geospasial
63%
SMA Negeri 1 Klaten
79%

7.                  Laju Peresapan
Tabel 9.Hasil Percobaan Laju Peresapan Pasir
Jenis Pasir
Laju Peresapan
Sand Dune
Cepat (0,005 m/s)
Geospasial
Lambat (0,001 m/s)
SMA Negeri 1 Klaten
Sedang (0,0015 m/s)

8.                  Kekerasan
Tabel 10.Hasil Percobaan Kekerasan Pasir
Jenis Pasir
Keterangan
Kekerasan
Sand Dune
Mudah hancur bila diremas
Lunak
Geospasial
Mudah hancur bila diremas
Lunak
SMA Negeri 1 Klaten
Hancur bila sedikit ditekan
Agak keras

9.                  Warna nyala pasir
Tabel 11.Hasil Percobaan Warna Nyala Pasir
Jenis Pasir
Warna Nyala Pasir
Sand Dune
Merah bata, merah jingga, merah, dan hijau pucat
Geospasial
Kuning
SMA Negeri 1 Klaten
Merah


10.              Tingkat keasaman
Tabel 12.Hasil Percobaan Tingkat Keasaman Pasir
Jenis Pasir
Tingkat keasaman (pH)
Sand Dune
7
Geospasial
7
SMA Negeri 1 Klaten
6





11.              Kadar Organik
Tabel 13.Hasil Percobaan Kadar Organik Pasir
Jenis Pasir
Kadar Organik
Sand Dune
Terdapat di lapisan paling atas setebal 2 mm
Geospasial
Terdapat di lapisan paling atas setebal 5 mm
SMA Negeri 1 Klaten
Terdapat di lapisan paling atas setebal 1 cm








12.              Daya Hantar Panas
Tabel 14. Hasil Percobaan Daya Hantar Panas
Jenis Pasir
Daya Hantar Panas
Sand Dune
Saat 1 gelas pasir dipanaskan, dalam waktu 3 menit pasir telah panas secara merata.
Geospasial
Saat 1 gelas pasir dipanaskan, dalam waktu 5 menit pasir telah panas secara merata.
SMA Negeri 1 Klaten
Saat 1 gelas pasir dipanaskan, dalam waktu 7 menit pasir telah panas secara merata.






4.3 Pembahasan
4.3.1 Pembahasan Hasil Pengamatan
1.  Tumbuhan yang Tumbuh di sekitar Sand Dune dan Geospasial
                  Ternyata di daerah Sand Dune dapat ditumbuhi beberapa tumbuhan, seperti bawang merah, terong, pandan, tanaman jenis gymnospermae,serta jenis rumput-rumputan. Hal tersebut dikarenakan adanya campuran tanah dalam pasir Sand Dune, karena jika hanya pasir Sand Dune saja tanaman tidak akan tumbuh karena hanya mengandung mineral logam saja. Tanaman memerlukan unsur hara yang terdapat di dalam tanah. Tanaman di Sand Dune terdapat pada pasir yang lebih basah dibanding dengan sekitarnya, hal tersebut dikarenakan, tanaman menyerap air, sehingga tanahnya lebih basah.
                  Di sekitar Geospasial terdapat budidaya lidah buaya, tidak jauh berbeda dengan Sand Dune, pasir di daerah Geospasial telah diolah dengan cara mencampurkan pasir dengan kompos serta tanah, sehingga tumbuhan lidah buaya dapat dengan mudah tumbuh. Tumbuhan yang berada di daerah Geospasial memiliki akar panjang karena di daerah tersebut air sangat sedikit, dan diperlukan akar yang panjang untuk menjangkau daerah yang terdapat air.
2.  Letak Sand Dune dan Geospasial
                 Sand Dune terletak di sekitar Pantai Depok dan Pantai Parangtritis karena tejadinya Sand Dune dikarenakan oleh material dari Gunung Merapi yang mengalir ke Sungai Opak, dan di Sungai Opak tersebut, material/ pasir dari Gunung Merapi megalami pencucian. Setelah dari terkumpul pada hilir Sungai Opak, material tersebut tertiup angin, dan membentuk Sand Dune sampai sekarang ini.
                  Terjadinya gumuk pasir di Geospasial juga sama seperti terjadinya gumuk pasir di daerah Sand Dune, yaitu terjadi karena adanya erupsi dari Gunung Merapi dan Kelud, kemudian material erupsi tersebut terbawa oleh aliran Sungai Opak, dan berhenti di sekitar hilir Sungai Opak yang terletak di sekitar daerah Pantai Parangtritis, kemudian material tersebut terbawa angina dan mengumpul di sekitar Geospasial yang akhirnya membentuk gumuk pasir.
3. Temuan Arang yang Terdapat di Sand Dune dan Geospasial
                  Adanya arang yang terdapat di Sand Dune dikarenakan adanya pembakaran tanaman yang ada di Sand Dune yang hasil pembakaran tersebut dapat digunakan sebagai pupuk untuk menanam tanaman di sekitar Sand Dune.
                  Sama halnya juga dengan di Geospasial, arang yang ditemukan merupakan hasil pembakaran dari kayu-kayu tanaman yang di sana dijadikan campuran pupuk untuk budidaya tanaman lidah buaya.
4. Batuan yang Terdapat di Sand Dune dan Geospasial
                  Batuan yang terdapat di Sand Dune dan Geospasial memiliki jenis yang sama yaitu batuan karst, yang terbentuk dari endapan kapur di sekitar Sand Dune dan Geospasial. Batuan yang terdapat di Geospasial lebih besar dibanding dengan batu yang terdapat di Sand Dune, karena kandungan kapur yang terdapat di Geospasial lebih banyak dibanding yang terdapat di Sand Dune.
4.3.2. Pembahasan Hasil Percobaan
1. Warna
   Pasir Sand Dune dan pasir geospasial memiliki warna yang sama karena berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi dan Gunung Kelud. Warma keputihan yang dimiliki kedua pasir tersebut berasal dari garam. Sedangkan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten hanya memiliki warna hitam saja.
2. Macam Pasir
   Macam pasir dari pasir Sand Dune dan pasir geospasial dapat sama karena kedua pasir tersebut berasal dari kejadian yang sama yaitu dari erupsi Gunung Merapi dan Kelud. Selain itu, kedua pasir tersebut juga sama sama mengalami proses pencucian. Sedangkan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten berjenis pasir berlempung, karena pasir tersebut dapat melekat satu sama lain, dan mudah jika dipadatkan.
3.  Ukuran
   Pasir Sand Dune, pasir geospasial dan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten memiliki ukuran yang sama.
4. Berat
   Pasir Sand Dune memiliki berat yang paling kecil diantara kedua jenis pasir yang lain, karena pasir Sand Dune memiliki kandungan mineral yang lebih banyak dibanding pasir Geospasial dan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten.
5.  Massa Jenis
   Pasir Sand Dune memiliki massa jenis yang paling besar dibanding pasir Geospasial dan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten, karena memiliki massa yang paling besar juga. Dan jika di masukkan ke dalam air pasir Sand Dune lebih cepat tenggelam dibanding kedua jenis pasir yang lainnya
6.  Kelembaban
  Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten memiliki kelembaban paling tinggi, kemudian diikuti oleh pasir Sand Dune serta pasir Geospasial. Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten memiliki kelembaban yang paling tinggi karena memiliki kandungan air yang paling tinggi. Sedangkan pasir Sand Dune dan pasir Geospasial memiliki kandumgan air yang rendah. Selain kandungan air, faktor yang mempengaruhi kelembaban ialah suhu, dan suhu pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten paling rendah di antara kedua pasir yang lain sehingga memiliki kelembaban yang paling tinggi.
7. Laju Peresapan
   Pasir Sand Dune memiliki laju peresapan yang paling cepat, karena butiran pasir Sand Dune tidak saling melekat satu dengan yang lain. Setalah pasir Sand Dune, pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten yang memiliki laju peresapan yang lebih cepat baru kemudian pasir Geospasial, hal tersebut dikarenakan butiran pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten agak sedikit melekat dengan dengan butiran yang lain.
8.  Kekerasan
   Pasir Sand Dune dan pasir Geospasial merupakan pasir yang luna karena saat digoreskan ke dinding tidak menimbulkan goresan, dam kedua pasir tersebt tidak dapat dipadatkan. Sedangkan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten, merupakan pasir yang keras, karena saat digoreskan pada dinding menimbulkan goresan, serta pasir di lingkungan sekitar  SMA Negeri 1 Klaten memiliki kandungan butiran- butiran kerikil.
9. Warna Nyala Tanah
   Pada saat dibakar dengan kawat mikro warna yang dihasilkan oleh pasir Sand Dune adalah merah bata, hijau pucat, merah, jingga dan kuning. Hal tersebut menunjukkan pasir Sand Dune memiliki kandungan Na (karena saat dibakar mengjasilkan warna nyala kuning keemasan), Ca (karena menghasilkan warna nyala merah bata), Sr (karenapada saat dibakar, menghasilkan warnanyala merah), dan Ba ( karena menghasilkan warna nyala hijau pucat). Manfaat dari kandungan yang terdapat pada pasir Sand Dune sangat banyak, seperti contohnya logam Sr berfungsi untuk, memunculkan warna merah cemerlang dalam kembang api, menghilangkan udara atau gas yang tertinggal dalam tabung vakum, dan digunakan untuk membuat kaca khusus layar televisi dan unit tampilan televisi. Manfaat dari logam Ba yaitu, untuk pengeboran minyak, sebagai obat untuk penderita gangguan pencernaan, untuk racun tikus, dan pewarna kembang api. Kegunaan dari logam Ca adalah, sebagai katalis untuk membuang kandungan bismuth dari timbal, sebagai campuran semen untuk tujuan konstruksi, untuk memproduksi alumunium, dan sdigunakan untuk memisahkan campuran gas nitrogen dan argon.
            Pasir Geospasial hanya mengandung logam Na, karena saat dibakar menghasilkan warna kuning. Sedangkan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten hanya mengandung logam Sr, karena pada saat dibakar menghasilkan warna merah. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa pasir Sand Dune memiliki kandungan logam atau mineral paling banyak dibandingkan dengan pasir Geospasial dan pasir yang ada di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
10. Derajat Keasaman
  Pasir Sand Dune memiliki pH 7 yang menunjukkan bahwa sifat pasir tersebut adalah netral karena memiliki kandungan garam. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasir Sand Dune tidak dapat ditanami tumbuhan. Demikian juga dengan pasir geospasial yang juga memiliki pH 7 sama seperti pasir Sand Dune. Sedangkan pasir di lingkungan SMA N 1 Klaten memiliki pH 6 yang menunjukkan bahwa sifat pasir tersebut adalah asam. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten dapat ditanami oleh tumbuh- tumbuhan.
11.  Kadar Organik
   Pasir Sand Dune memiliki kadar organik paling sedikit dibandingkan fengan kedua pasir yang lain. Karena pada saat dilakukan percobaan dengan cara melarutkan pasir dengan air, pasir Sand Dune menghasilkan lapisan hitam yang tipis. Dengan kandungan organik yang sedikit, pasir Sand Dune merupakan pasir yang tidak subur untuk ditanami, padahal untuk bertahan hidup tanaman membutuhkan kandungan organik yang cukup banyak. Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten merupakan pasir yang subur untuk ditanami tumbuhan karena memiliki kadar organik yang banyak. Hal tersebut dapat diketahui karena percobaan yang dilakukan dengan melarutkan pasir dari lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten dengan air. Pada percobaan tersebut dihasilkan lapisan hitam yang cukup tebal.
12. Daya Hantar Panas
   Pasir Sand Dune memiliki kemampuan menghantarkan panas paling baik dibandingkan dengan pasir geospasial dan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten. Hal tersebut dikarenakan pasir Sand Dune memiliki kandungan mineral atau logam yang cukup banyak. Sehingga semakin dalam lapisan pasir Sand Dune, maka akan semakin panas. Karena semakin dekat dengan pusat bumi yang memiliki suhu tinggi















A.    Hubungan Daya Hantar Panas dengan Kandungan Zat dalam Pasir
         Setiap zat memiliki kemampuan daya hantar panas yang berbeda. Zat yang dapat menghantarkan panas dengan baik disebut dengan konduktor. Sedangkan zat tidak dapat menghantarkan panas disebut dengan zat isolator.
         Baik tidaknya suatu zat dalam menghantarkan panas dapat dipengaruhi oleh:
1.      Kandungan atom-atom yang ada di dalam zat
2.      Daya hantar panas
3.      Beda suhu ketiga permukaan
4.      Ketebalan/panjang
5.      Luas permukaan









BAB V
KESIMPULAN
5.1  Kesimpulan
Jadi dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan,
1.      Perbedaan antara pasir Sand Dune, Geospasial, dan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten dari segi kimia dapat dilihat dari kandungan yang dimiliki oleh pasir Sand Dune, yaitu atom Ca, Ba, Sr, dan Na. Kandungan yang dimiliki oleh pasir Geospasial hanyalah atom Na saja. Dan Pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten hanya memiliki kandungan atom Ca. Dibanding dengan kedua pasir yang lain, pasir Sand Dune memiliki kandungan yang paling banyak.
2.      Pasir Sand Dune merupakan pasir penghantar panas yang baik, dibanding dengan pasir Geospasial, dan pasir yang ada di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
3.      Pasir Sand Dune dan pasir Geospasial dapat ditanami tumbuhan karena, kedua pasir tersebut telah bercampur dengan tanah biasa, karena jika kedua pasir tersebut tidak bercampur dengan tanah, tidak akan bisa tanaman dapat tumbuh di kedua pasir tersebut.




5.2  Saran
1.      Sebaiknya Sand Dune lebih dikenalkan kepada masyarakat Indonesia agar mereka mangetahui Sand Dune memiliki potensi yang besar yang dapat lebih dimanfaatkan.
2.      Sebaiknya potensi pengembangan Sand Dune tidak hanya dalam bidang geografi saja, tetapi dikembangkan pula dari segi kimia.
3.      Kandungan yang ada di pasir Sand Dune sangat banyak, sebaiknya lebih diteliti lagi dan digunakan untuk membuat produk dari pasir Sand Dune, contohnya membuat kaca karena pasir Sand Dune terdapat kandungan atom Sr.

















DAFTAR PUSTAKA

Sudarmo,Unggul.2014.Kimia untuk SMA/MA Kelas X.Jakarta:Erlangga
Sudarmo,Unggul.2014.Kimia untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta:Erlangga
nandadianhusada.blogspot.com/p/cara-pengolahan-data.html?m=1(17/04/2015) (15:30)
geologitambangsmk.blogspot.com/2013/09/gumuk-pasir-atau-sand-dunes.html?m=1  (17/04/2015) (15:30)
udhnn.blogspot.com/2019/01/gumuk-pasir-atau-sand-dunes.html?m=1 (17/04/2015) (15:45)
rumushitung.com/wp_content/uploads/2014/04/nyal-pembakaran-logam-alkali.jpg (18/04/2015) (15:15)
1.bp.blogspot.com/047SbFx276cFAZWrDFpMgl/AAAAAAAABKcAqtf98fp90c/s1000/warna+nyala+logam.jpg (18/04/2015) (15:25)
aryasalaka.blogspot.com/2013/01/laporan-uji-nyala_22.html?m=1 (18/04/2015) (15:27)
pHysalam.wordpress.com/2011/07/10/heat-transfer-perpindahan-kalor/ (18/04/2015) (15:30)
http://www.mystupidtheory.com/2014/12/sifat-reaksi-dan-kegunaan-unsur-barium.html?m=1 (26/04/2015) (16:03)









LAMPIRAN

A.    Jadwal Kegiatan
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Keberangkatan dari SMAN 1 Klaten
07.00-09.00 WIB
2.
Mengunjungi Museum Dirgantara
09.00-10.30 WIB
3.
Mengunjungi Museum Biologi
10.30-12.00 WIB
4.
Ishoma
12.00-13.00 WIB
5.
Mengunjungi Meseum Geospasial
14.00-15.30 WIB
6.
Mengunjungi Sand Dune
16.00-17.30 WIB
7.
Kembali ke SMAN 1 Klaten
17.30-20.30 WIB








 

B.     Gambar

1.      Sand Dune
                                    Gambar 1.1.Sand Dune di Sore Hari













                        Gambar 1.2.Tanaman di Sand Dune






                                           





                                            Gambar  1.3.Hewan yang Terdapat di Sand Dune