PERAN PASIR SAND DUNE
SEBAGAI PENGHANTAR
PANAS
Disusun Oleh :
Dhifa Azalia Ars Abdin (18841/X AKSEL MIA 8/05)
Hayin Kasbiyani (18843/X
AKSEL MIA 8/07)
Intan Paramesta Retnaningdyah (18844/X AKSEL MIA 8/08)
Lilia Nur Rahmawati Suprapto (18846/X AKSEL MIA 8/10)
SMA NEGERI 1 KLATEN
2014/2015
HALAMAN PENGESAHAN
KARYA ILMIAH
STUDY EXCURSION
Berjudul
Peran Pasir Sand Dune sebagai Penghantar Panas
Disusun oleh :
1. Dhifa
Azalia Ars Abdin (18841/X
AKSEL MIA 8/05)
2. Hayin
Kasbiyani (18843/X
AKSEL MIA 8/07)
3. Intan
Paramesta Retnaningdyah (18844/X
AKSEL MIA 8/08)
4. Lilia
Nur Rahmawati Suprapto (18846/X
AKSEL MIA 8/10)
Telah
disetujui dan disahkan pada,
hari : Jumat
tanggal : 20 Maret 2015
Pembimbing
1 Pembimbing
2
Dra.
Indarwati Resmiyati, M.Pd
NIP.
195804181981112001 NIP. 19710805 199802 2 005
Mengesahkan,
Kepala Sekolah
Drs.Kawit Sudiyono, M.Pd.
NIP.19620205 198903 1 009
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena berkat
limpahan rahmat, hidayat, dan inayah-Nya sehingga Laporan Kegiatan Study Excursion ini selesai tepat pada
waktunya.
Laporan ini memuat hasil penelitian mengenai peran Pasir Sand
Dune sebagai Penghantar Panas pada
kegiatan Study Excursion yang telah
dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Februari 2015 di Sand Dune Yogyakarta.
Kami menyadari bahwa laporan ini tidak dapat terselesaikan
tanpa bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu ucapan terima kasih yang
setinggi-tingginya kepada :
1.
Bapak Drs. Kawit Sudiyono, M.Pd. selaku
Kepala SMA N 1 Klaten
2. Ibu
Dra. Indarwati selaku guru pembimbing 1
3. Ibu
Resmiyati, M.Pd. selaku guru pembimbing 2
4. Ibu
Resmiyati, M.Pd. selaku wali kelas X MIA 8
5. Teman-teman
seperjuangan yang selalu memberi semangat.
6.
Semua pihak yang tidak bisa penulis
sebutkan satu persatu.
Dalam
menyusun laporan ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
Klaten, 20 Februari 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL…………………………………………………….…………..i
HALAMAN
PENGESAHAN………………………………………………………ii
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………...iii
DAFTAR
ISI………………………...……………………………………………..iv
DAFTAR
TABEL………………………………………………………………….vi
DAFTAR
GAMBAR……………………………………………………………...vii
MOTTO………………………………………..………………….………………viii
ABSTRAK………………………………………………………………………….1
BAB
I PENDAHULUAN……………………...…………………………………...2
1.1 Latar Belakang…………………………………………………..…………….2
1.2 Rumusan Masalah……………………..…………………………………..…..3
1.3 Tujuan Penelitian…………………………..………………………………….3
1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………………………....3
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………...……..……4
2.1 Kajian Pustaka ……………...…………………….…………………………….4
2.2 Kerangka Berpikir …………………………………………….……………....7
BAB
III METODOLOGI PENELITIAN …………………..…………………...….8
3.1 Waktu dan Tempat ……………………………….…………………………...8
3.2 Alat dan Bahan ………………….…………………………………………….8
3.3 Langkah Kerja ………………………….……………………………………..9
3.4 Metode Pengumpulan Data
………………………..………………………...13
3.5 Metode Pengolahan Data
……………………………..……………………… 14
BAB
IV HASIL dan PEMBAHASAN……...……………………..……..16
4.1 Hasil Pengamatan dan Percobaan ...……………………………….…..…....16
4.2 Pembahasan Hasil Pengamatan dan Percobaan …...…………………………23
4.3 Hubungan Daya Hantar Panas dengan Kandungan Zat
dalam Pasir…………31
BAB
V KESIMPULAN…………………………………….……………………32
5.1 Kesimpulan
…………………………………………………………………...32
5.2 Saran ………………………………………..……………………………….33
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel
1.Hasil Pengamatan pasir Sand Dune……………………………………..16
Tabel
2.Hasil Pengamatan Pasir Geospasial…………………………………..…17
Tabel
3.Hasil Percobaan Warna Pasir…………………………………………...18
Tabel
4.Hasil Percobaan Macam Pasir…………………………………………..18
Tabel
5.Hasil Percobaan Ukuran Pasir…………………………………………..19
Tabel
6.Hasil Percobaan Berat Pasir……………………………………………..19
Tabel
7.Hasil Percobaan Massa Jenis Pasir……………………………………...20
Tabel
8.Hasil Percobaan Kelembaban Pasir……………………………………..20
Tabel
9.Hasil Percobaan Laju Peresapan Pasir…………..……………………...20
Tabel
10.Hasil Percobaan Kekerasan Pasir……….…………...………………...21
Tabel
11.Hasil Percobaan Warna Nyala Pasir………….……………………......21
Tabel
12.Hasil Percobaan Tingkat Keasaman Pasir……………………………...21
Tabel
13.Hasil Percobaan Kadar Organik Pasir………………………………….22
Tabel
14.Hasil Percobaan Daya Hantar Panas Pasir………………...…………...22
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.Skema Alur
Penelitian………………………………………………..7
MOTTO
“Syukurilah, Manfaatkanlah, Nikmatilah, yang Telah Tuhan
Ciptakan untuk Kita, Salah Satunya Sand
Dune”
ABSTRAK
Dhifa Azalia Ars Abdin. Nomor induk : 18841, Hayin
Kasbiyani. Nomor induk : 18843, Intan Paramesta Retnoningdyah. Nomor induk :
18844, Lilia Nur Rahmawati Suprapto. Nomor induk : 18846.Peran Pasir Sand Dune sebagai Penghantar Panas. Laporan penelitian. Kelas X MIA 8, SMA
NEGERI 1 KLATEN.
Penelitian ini berlatar belakang mengenai
manfaat dan kandungan dari salah satu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yaitu pasir Sand Dune, yang belum banyak digali
potensinya. Dengan mengetahui manfaat dan kandungan yang terdapat dalam pasir Sand Dune, kita dapat lebih bersyukur
atas karunia Tuhan.
Rumusan masalah yang akan dibahas
dalam laporan penelitian ini adalah “Apakah perbedaan antara pasir
Sand Dune dengan pasir yang ada di
lingkungan SMA Negeri 1 Klaten serta pasir
Geospasial yang ditinjau dari segi kimia?”. Oleh
karena itu, obyek dalam penelitian itu adalah pasir Sand Dune kemudian dibandingkan dengan pasir di lingkungan SMA
Negeri 1 Klaten, yang ditinjau dari segi kimia serta pasir Geospasial.
Dalam memperoleh data yang diperlukan, digunakan metode
observasi, wawancara, percobaan, dan studi pustaka.
Dalam laporan penelitian ini, kami menggunakan kajian
kualitatif dan kuantitatif.
Sebab kami menjelaskan masing-masing dari data yang kami
peroleh dengan menggunakan angka dan penguraian.
Dari hasil analisis menggunakan hasil percobaan,
menunjukkan pasir Sand Dune memliki
perbedaan yang cukup banyak dengan pasir di lingkungan sekitar, ditinjau dari
segi kimia, dilihat dari kandungan material, kadar organik, massa jenis, dan
lain-lain. Pasir Sand Dune juga
merupakan penghantar panas lebih baik dibanding dengan pasir di lingkungan
sekitar.
Kata
kunci : Sand Dune, konduktor, sifat kimia.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Karunia
yang telah Tuhan ciptakan kepada makhluknya amatlah banyak dan beragam, mulai
dari yang berada di daratan, di udara, sampai di lautan. Dimulai yang ada di
daratan, kita dapat menjumpai gunung yang luar biasa kokohnya, di udarapun kita
dapat menjumpai karunia Tuhan yang berupa awan dengan berbagai ukuran dan
bentuk. Begitu pula di lautan kita dapat menjumpai air laut dan pasir laut yang
melimpah.
Semua
yang telah Tuhan ciptakan tidak ada yang sia-sia, dan pasti ada manfaat
dibaliknya. Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sudah sepatutnya kita mencari
tahu dan menggali apa saja kandungan dan manfaat dari berbagai karunia Tuhan
yang telah dititipkan untuk kita. Dengan mengetahui kandungan dan manfaatnya
kita dapat lebih bersyukur kepada Tuhan, dan secara maksimal kita dapat
memanfaatkannya.
Oleh
karena itu, kami mencoba untuk meneliti salah satu ciptaan Tuhan yang berada di
wilayah Pantai Depok, yang berupa Pasir Sand
Dune untuk mengetahui kandungan dan manfaatnya, agar masyarakat lebih
mengetahui terdapat banyak potensi dari pasir tersebut.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa perbedaan antara pasir Sand Dune dengan
pasir Geospasial serta pasir yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten yang
ditinjau dari segi kimia ?
2.
Apakah pasir Sand Dune merupakan
penghantar panas lebih baik dari pasir
Geospasial, dan pasir yang ada di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten ?
3. Mengapa
tanaman dapat tumbuh di Sand Dune dan Geospasial
?
1.3
Tujuan
Penelitian
1.
Menganalisis pasir di Sand Dune dan
membandingkan dengan pasir di Geospasial,
dan pasir yang ada di sekitar lingkungan SMA Negeri 1
Klaten.
2.
Menganalisis daya hantar panas dari pasir Sand
Dune, pasir Geospasial, serta
pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
1.4
Manfaat
Penelitian
1. Mengetahui kandungan
dan manfaat dari pasir di Sand Dune.
2.
Mengetahui perbedaan antara pasir Sand
Dune dengan pasir Geospasial, dan
pasir yang ada di sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Terjadinya Gumuk
Pasir
Gumuk pasir merupakan fenomena alam yang langka
dan satu-satunya di Asia Tenggara, berupa gundukan-gundukan pasir yang
membentuk bukit-bukit akibat terbawa oleh hembusan angin. Gumuk pasir ini
terjadi karena material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa arus aliran Sungai
Progo dan Sungai Opak yang diendapkan di pantai. Endapan pasir ini terpukul
gelombang ke darat dan pada saat air laut surut endapan pasir tertiup angin
kencang dari laut sehingga lama kelamaan terbentuklah bukit pasir. Proses
terbetuknya Sand Dune memakan waktu
ribuan tahu sampai akhirnya terbentuk gumuk pasir yang sekarang ini. Bentuk
dari gumuk pasir ini bermacam-macam,
antara lain :
a. Tipe bulan sabit (Barchanoid dunes)
Bentuk gumuk pasir ini
menyerupai bulan sabit yang terbentuk pada daerah sedikit berpenghalang, dengan
kemiringan asimetri. Bagian lereng yang menghadap angin lebih landai daripada
yang membelakangi angin. Ketinggian gumuk pasir biasanya antara 5 – 15 meter.
Sebagian besar gumuk pasir di Parangtritis bertipe bulan sabit.
b. Tipe melintang (Transverse dunes)
Bentuk gumuk pasir tipe
melintang seperti ombak yang tegak lurus terhadap arah angin. Gumuk pasir ini
terbentuk di daerah tidak berpenghalang dan cadangan pasirnya banyak. Apabila
cadangan pasirnya berkurang, maka gumuk pasir tipe melintang akan berubah
menjadi tipe bulan sabit.
c. Tipe parabola (Parabolic dunes)
Bentuk gumuk pasir parabola
hampir sama dengan tipe bulan sabit, yang membedakan adalah arah angin. Gumuk
pasir parabola arahnya menghadap arah angin.
d. Tipe memanjang (Longitudinal
dunes)
Gumuk pasir tipe memanjang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain
yang searah dengan gerakan angin. Perubahan arah angin membentuk celah yang
terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.
Gumuk pasir di sepanjang laut selatan adalah
fenomena alam yang sangat langka. Bahkan gumuk pasir dengan karakteristik yang
sama hanya dijumpai di Meksiko. Sebaran gumuk pasir pantai selatan ini memanjang dari muara Sungai Opak hingga Parangtritis. Jarak
terdekat gumuk pasir dari pantai sekitar 200 meter dan terjauh 1,8 kilometer.
Sebagai
fenomena yang langka gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang sangat penting.
Ada 3 tempat dengan cadangan air yang melimpah yaitu, daerah di antara 2
gunung api muda, Daerah berbatuan gamping dan daerah pesisir pantai. Daerah
berpasir seperti ini memiliki kemampuan meloloskan air yang tinggi sehingga
memberikan cadangan air bagi masyarakat pesisir pantai selatan. Selain itu
keberadaan Sand Dunes (gumuk pasir)
dapat meredam hantaman gelombang tsunami, satu kerentanan bencana di pesisir
selatan jawa. Sehingga dengan keberadaan gumuk pasir resiko bencana tsunami
dapat berkurang.
2.1.2
Faktor yang mempengaruhi terbentuknya Sand Dune :
a.
Material Gunung Api
b.
Sungai
c.
Pegerakan Angin
d.
Graben Bantul
2.1.3
Potensi yang dimiliki oleh pasir Sand Dune :
a.
Penyangga ekosistem
b.
Tempat pariwisata
c.
Sebagai tempat penelitian dan iptek
2.2
Kerangka
Berfikir
Untuk mengetahui pemanfaatan dari pasir Sand Dune yang diketahui dari
kandungannya, terlebih dahulu kami meneliti sifat kimia dan kandungannya.
Setelah mengetahui kandungan dari pasir Sand
Dune, kami membandingkan dengan sifat kimia dan kandungan dari pasir
Geospasial dan pasir yang terdapat pada lingkungan SMA Negeri 1 Klaten. Setelah
membandingkannya, kami mengkaitkan dengan potensi yang dimiliki oleh pasir Sand Dune.
Gambar 1.Skema Alur
Penelitian
Meneliti Sifat Kimia dan Kandungan dari Pasir
Sand Dune, Pasir Geospasial dan Pasir Lingkungan SMA Negeri 1
Klaten
|
Mengetahui Potensi yang Dimiliki oleh Pasir Sand Dune
|
Mengaitkan Potensi yang Dimiliki Pasir Sand Dune dalam Kehidupan
Sehari-hari
|
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
3.1.1
Waktu dan Tempat Pegamatan
hari : Rabu
tanggal : 25 Februari 2015
waktu : 07.00 WIB – selesai
tempat : Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis,
Parangtritis, Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gumuk Pasir di Jalan
Gumuk Pasir, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
3.1.2
Waktu dan Tempat Percobaan
tanggal : 3 Maret 2015 – 10 Maret
2015
waktu : 14.30 WIB – selesai
tempat : Ruang Kelas X Aksel MIA
8, SMA Negeri 1 Klaten
3.2 Alat dan Bahan
Pasir Sand Dune Indikator universal(PH
meter)
Pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten Pemanas
Pasir
Geospasial Karet
gelang
Termometer Kawat
nikrom
Hygrometer Kantong
plastik bening
Gelas ukur Air
Bersih
3.3 Langkah Kerja
3.3.1
Meneliti sifat kimia pasir di Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir
di daerah SMA Negeri 1 Klaten.
3.3.1.1 Mengamati
warna :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dune dan pasir di daerah SMA
Negeri 1 Klaten yang akan diamati.
2. Mengamati
dengan indra warna dari ketiga pasir tersebut.
3.3.1.2 Mengamati
macam pasir :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dune, pasir Geospasial dan
pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten yang akan diamati.
2. Mengamati
masing-masing pasir, lalu mencari literatur di internet mengenai macam pasir,
dan dicocokkan dengan ketiga pasir tersebut, berdasarkan ciri-ciri yang telah
diamati.
3.3.1.3 Meneliti
ukuran pasir :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dune, pasir Geospasial,
serta pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten secukupnya.
2. Mengukur masing-masing pasir dengan jangka
sorong.
3.3.1.4 Meneliti
berat pasir :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan
pasir daerah sekitar secukupnya.
2. Menimbang
pasir masing-masing dengan menggunakan neraca ohauss.
3. Mengalikan
hasil penimbangan dengan percepatan gravitasi (10 m/s2 ).
3.3.1.5 Mengukur
massa jenis pasir :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir di daerah SMA Negeri 1 Klaten
secukupnya, neraca ohauss, gelas ukur, dan air.
2. Menimbang
masing-masing pasir dengan neraca ohauss dan mencatat hasilnya.
3. Mengukur
volume masing-masing pasir dengan cara, memasukkan air ke dalam gelas ukur
sebanyak 30 ml, kemudian memasukkan masing-masing pasir ke dalamnya, dan
mencatat kenaikan air dalam gelas ukur.
4. Membagi
massa masing-masing pasir dengan volume masing-masing pasir.
3.3.1.6 Mengukur
kelembaban pasir :
1. Menyiapkan
hygrometer yang telah diberi air.
2. Meletakkan
hygrometer pada daerah Sand Dune,
Geospasial, dan di sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
3. Lalu
membaca hasil dari hygrometer tersebut, dengan cara mencari selisih antara 2
termometer yang ada di hygrometer, lalu mencocokan dengan tabel yang terdapat
dalam hygrometer.
3.3.1.7 Mengukur
laju peresapan pasir :
1. Menyiapkan
masing-masing pasir, gelas ukur, air, penggaris, dan stopwatch.
2. Memasukkan
masing-masing pasir ke dalam gelas ukur.
3. Mengukur
ketinggian masing-masing pasir yang telah dimasukkan di dalam gelas ukur.
4. Memasukkan
air ke dalam masing-masing ke dalam gelas ukur dengan volume yang sama.
5. Menghitung
waktu yang diperlukan air untuk mampu meresap ke dalam tanah
6. Membagi
hasil ketinggian tanah dengan hasil pengukuran waktu.
3.3.1.8 Mengamati
kekerasan pasir :
1. Menyiapkan
pasir Sand Dunes dan pasir di sekitar
SMA Negeri 1 Klaten secukupnya.
2. Mengambil
masing masing pasir dengan ujung jari.
3. Menggoreskan
ujung jari yang telah terdapat pasir ke tembok atau ke kertas hitam.
4. Mengamati
hasil goresan yang ditimbulkan. Jika kertas hitam atau tembok terdapat goresan,
maka pasir tersebut bersifat keras dan sebaliknya.
3.3.2
Membakar pasir Sand Dune, pasir Geospasial, dan pasir daerah SMA Negeri 1 Klaten
dengan kawat nikrom, serta mengamati warna yang dihasilkan. Untuk mengetahui
kandungan yang terdapat dalam pasir Sand
Dune dan pasir yang ada di sekitar SMA Negeri 1 Klaten :
1.
Menyiapkan kawat nikrom, dan potong
kawat nikrom sesuai kebutuhan.
2.
Mengambil pasir 1 jumput, kemudian
menaruhnya di atas kawat nikrom.
3.
Menyiapkan pemanas yang akan digunakan,
dan menyalakannya.
4.
Membakar kawat nikrom di atas pemanas
dengan api yang berwarna biru.
5.
Saat kawat nikrom terbakar, mengamati
nyala api yang dihasilkan.
6.
Mencocokkan warna nyala yang dihasilkan
dengan literatur di internet, yang masing-masing warna menandakan jenis atom
yang berbeda.
3.3.3
Mengukur derajat keasaman (pH) pasir Sand Dune , pasir Geospasial, dan pasir
tanah daerah SMA Negeri 1 Klaten. Dengan cara :
1.
Mengambil 1 sendok pasir.
2.
Memberi air secukupnya.
3.
Menyelupkan kertas lakmus ke dalamnya
selama kurang lebih 30 detik, kemudian mengambilnya.
4.
Lalu mengamati warna yang dihasilkan
pada kertas lakmus, dan mencocokkan dengan tabel yang ada di kemasan kertas
lakmus.
3.3.4
Menguji kadar organik secara visual,
dengan cara :
1. Mengambil
sampel pasir sebanyak setengah volume plastik yang disiapkan.
2. Menambahkan
air bersih hingga hampir penuh.
3. Meniup
plastik sampai melembung dan mengikat ujung plastik dengan karet.
4. Mengaduk
dengan cara mengocok perlahan-lahan plastik agar pasir dan air bercampur merata.
5. Menggantungkan
plastik tersebut selama 2 jam sampai mengendap.
6. Mengamati
lapisan pasir yang paling atas.
3.3.5.
Menguji daya hantar panas dari pasir,
dengan cara :
1. Menyiapkan
pasir yang akan diuji secukupnya, baik pasir Sand Dune serta pasir di daerah sekitar SMA Negeri 1 Klaten. Dan ketiganya
ditimbang dengan massa yang sama.
2. Memasukkan
masing-masing pasir ke dalam wajan.
3. Memanaskan
pasir dengan api sedang sambil diaduk-aduk, dan menghitung berapa lama pasir
akan menjadi panas di semua bagian. Pada hal ini, dapat dicoba dengan
memasukkan kerupuk ke dalam pasir yang dipanaskan, jika kerupuk dapat
mengembang, itu berarti semua bagian pada pasir telah menjadi panas.
3.3.6
Membandingkan hasil-hasil yang telah
didapatkan antara pasir Sand Dune dengan
pasir yang terdapat di daerah sekitar.
3.4.
Metode
Pengumpulan Data
Cara mengumpulkan data dengan 3 cara
yaitu :
1. Observasi
Observasi
merupakan salah satu teknik pengumpulan data atau fakta yang cukup efektif
untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung para
pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya
dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.
2. Percobaan
Merupakan
serangkaian kegiatan dimana setiap tahap dalam rangkaian benar-benar
terdefinisikan, dan dilakukan untuk menemukan jawaban tentang permasalahan yang
diteliti melalui suatu pengujian hipotesis.
3. Wawancara
Menurut
pengertiannya, wawancara adalah teknik pengumpulan data atau informasi dari
informan dan atau responden yang sudah ditetapkan, dilakukan dengan cara tanya
jawab sepihak tetapi sistematis atas dasar tujuan penelitian yang hendak
dicapai.
4. Studi
Pustaka
Atau
literatur merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang diambil dari
berbagai data yang sudah ada sebelumnya dimana data-data tersebut dapat diakses
secara langsung melalui internet. Data-data yang digunakan tersebut haruslah
akurat dan diambil dari sumber yang memiliki kemampuan dibidangnya atau
memiliki kredibilitas.
3.5 Metode Pengolahan
Data
Data yang telah kami
peroleh, kemudian kami oleh dengan metode :
1. Tabulasi
Data yang telah diperoleh, kami
susun ke dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami dan mudah dalam menarik
kesimpulan.
2. Deskripsi
Data yang teah diperoleh dan telah
diolah menjadi tabel, kemudian kami deskripsikan menjadi bentuk narasi, dan
untuk menarik kesimpulan.
BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Pengamatan
1. Sand
Dune
Tabel
1.Hasil Pengamatan pasir Sand Dune
|
Hal yang ditemukan
|
Penjelasan
|
|
Letak
|
Sand Dune
terletak di Jalan Gumuk Pasir, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta
|
|
Hewan
|
Serangga kecil,
kucing, reptil kecil
|
|
Tumbuhan
|
Ada beberapa jenis
tumbuhan yang kami temukan. Diantaranya adalah terong, bawang merah, beberpa
tumbuhan jenis gymnospermae, beberapa
jenis rumput, serta pandan.
Tumbuhan yang hidup
di sana memiliki akar panjang yang digunakan untuk menembus tanah dan mencari
unsur hara dan air guna bertahan hidup.
Tumbuhan lebih banyak
tumbuh di daratan lebih rendah daripada dataran tinggi.
|
|
Arang
|
Ditemukan serpihan
arang di permukaan pasir.
|
|
Batuan
|
Batuan yang ditemukan
hanya berupa serpihan yang berukuran kecil.
|
|
|
|
2. Geospasial
Tabel
2.Hasil Pengamatan Pasir Geospasial
|
Hal yang ditemukan
|
Penjelasan
|
|
Letak
|
Geospasial terletak
di Parangtritis, Parangtritis, Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
|
|
Hewan
|
Serangga kecil,
kucing, reptil kecil
|
|
Tumbuhan
|
Ada beberapa jenis
tumbuhan yang kami temukan. Diantaranya adalah talok, kamboja, lidah
buaya,serta beberapa jenis rumput.
Tumbuhan yang hidup
di sana memiliki akar panjang yang digunakan untuk menembus tanah dan mencari
unsur hara dan air guna bertahan hidup.
Tumbuhan lebih banyak
tumbuh di daratan lebih rendah daripada dataran tinggi.
|
|
Arang
|
Ditemukan serpihan
arang di permukaan pasir.
|
|
Batuan
|
Ada beberapa batuan
yang terdapat di Geospasial yang berukuran sedang sampai besar.
|
|
|
|
a.
Hasil
Percobaan
1.
Warna
Tabel
3.Hasil Percobaan Warna Pasir
|
Jenis Pasir
|
Warna
|
|
Sand
Dune
|
Hitam keabu-abuan
|
|
Geospasial
|
Hitam
keabu-abuan
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Hitam
|
2.
Macam Pasir
Tabel
4.Hasil Percobaan Macam Pasir
|
Jenis Pasir
|
Keterangan
|
Macam Pasir
|
|
Sand
Dune
|
Terasa kasar, sedikit
lengket di tangan, tidak dapat dipadatkan
|
Pasir
|
|
Geospasial
|
Terasa kasar, sedikit
lengket di tangan, tidak dapat dipadatkan
|
Pasir
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Terasa kasar, sedikit
melekat, dapat dipadatkan tetapi mudah hancur
|
Pasir berlempung
|
3.
Ukuran
Tabel
5.Hasil Percobaan Ukuran Pasir
|
Jenis Pasir
|
Ukuran Pasir
|
|
Sand
Dune
|
0,05 mm - 2 mm
|
|
Geospasial
|
0,05 mm - 2 mm
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
0,05 mm - 2 mm
|
4.
Berat
Tabel
6.Hasil Percobaan Berat Pasir
|
Jenis Pasir
|
Massa (satu sendok
pasir)
|
Berat (satu sendok
pasir)
|
|
Sand
Dune
|
0,0077 kg
|
0,077 N
|
|
Geospasial
|
0,00935 kg
|
0,0935 N
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
0,0107 kg
|
0,107 N
|
5.
Massa Jenis
Tabel
7.Hasil Percobaan Massa Jenis Pasir
|
Jenis Pasir
|
Massa (kg)
|
Volume (m3)
|
Massa Jenis (kg/m3)
|
|
Sand
Dune
|
0,0077
|
2,5 x 10-6
|
3,08
|
|
Geospasial
|
0,00935 kg
|
3 x 10-6
|
3,116
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
0,0107 kg
|
4 x 10-6
|
2,675
|
6.
Kelembaban
Tabel
8.Hasil Percobaan Kelembaban Pasir
|
Jenis Pasir
|
Kelembaban (%)
|
|
Sand
Dune
|
74%
|
|
Geospasial
|
63%
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
79%
|
7.
Laju Peresapan
Tabel
9.Hasil Percobaan Laju Peresapan Pasir
|
Jenis Pasir
|
Laju Peresapan
|
|
Sand
Dune
|
Cepat (0,005 m/s)
|
|
Geospasial
|
Lambat (0,001 m/s)
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Sedang (0,0015 m/s)
|
8.
Kekerasan
Tabel
10.Hasil Percobaan Kekerasan Pasir
|
Jenis Pasir
|
Keterangan
|
Kekerasan
|
|
Sand
Dune
|
Mudah hancur bila
diremas
|
Lunak
|
|
Geospasial
|
Mudah hancur bila
diremas
|
Lunak
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Hancur bila sedikit
ditekan
|
Agak keras
|
9.
Warna nyala pasir
Tabel
11.Hasil Percobaan Warna Nyala Pasir
|
Jenis Pasir
|
Warna Nyala Pasir
|
|
Sand
Dune
|
Merah bata, merah
jingga, merah, dan hijau pucat
|
|
Geospasial
|
Kuning
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Merah
|
10.
Tingkat keasaman
Tabel
12.Hasil Percobaan Tingkat Keasaman Pasir
|
Jenis Pasir
|
Tingkat keasaman (pH)
|
|
Sand
Dune
|
7
|
|
Geospasial
|
7
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
6
|
11.
Kadar Organik
Tabel
13.Hasil Percobaan Kadar Organik Pasir
|
Jenis Pasir
|
Kadar
Organik
|
|
Sand
Dune
|
Terdapat di lapisan
paling atas setebal 2 mm
|
|
Geospasial
|
Terdapat di lapisan
paling atas setebal 5 mm
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Terdapat di lapisan
paling atas setebal 1 cm
|
12.
Daya Hantar Panas
Tabel
14. Hasil Percobaan Daya Hantar Panas
|
Jenis Pasir
|
Daya
Hantar Panas
|
|
Sand
Dune
|
Saat 1 gelas pasir
dipanaskan, dalam waktu 3 menit pasir telah panas secara merata.
|
|
Geospasial
|
Saat 1 gelas pasir
dipanaskan, dalam waktu 5 menit pasir telah panas secara merata.
|
|
SMA Negeri 1 Klaten
|
Saat 1 gelas pasir
dipanaskan, dalam waktu 7 menit pasir telah panas secara merata.
|
4.3
Pembahasan
4.3.1 Pembahasan Hasil
Pengamatan
1. Tumbuhan yang Tumbuh di
sekitar Sand Dune dan Geospasial
Ternyata
di daerah Sand Dune dapat ditumbuhi
beberapa tumbuhan, seperti bawang merah, terong, pandan, tanaman jenis gymnospermae,serta jenis
rumput-rumputan. Hal tersebut dikarenakan adanya campuran tanah dalam pasir Sand Dune, karena jika hanya pasir Sand Dune saja tanaman tidak akan tumbuh
karena hanya mengandung mineral logam saja. Tanaman memerlukan unsur hara yang
terdapat di dalam tanah. Tanaman di Sand
Dune terdapat pada pasir yang lebih basah dibanding dengan sekitarnya, hal
tersebut dikarenakan, tanaman menyerap air, sehingga tanahnya lebih basah.
Di
sekitar Geospasial terdapat budidaya lidah buaya, tidak jauh berbeda dengan Sand Dune, pasir di daerah Geospasial
telah diolah dengan cara mencampurkan pasir dengan kompos serta tanah, sehingga
tumbuhan lidah buaya dapat dengan mudah tumbuh. Tumbuhan yang berada di daerah
Geospasial memiliki akar panjang karena di daerah tersebut air sangat sedikit,
dan diperlukan akar yang panjang untuk menjangkau daerah yang terdapat air.
2. Letak Sand Dune dan Geospasial
Sand Dune
terletak di sekitar Pantai Depok dan Pantai Parangtritis karena tejadinya Sand Dune dikarenakan oleh material dari
Gunung Merapi yang
mengalir ke Sungai Opak,
dan di Sungai Opak tersebut, material/ pasir dari Gunung Merapi megalami
pencucian. Setelah dari terkumpul pada hilir Sungai Opak, material tersebut
tertiup angin, dan membentuk Sand Dune sampai
sekarang ini.
Terjadinya gumuk pasir di Geospasial juga sama
seperti terjadinya gumuk pasir di daerah Sand
Dune, yaitu terjadi karena adanya
erupsi dari Gunung Merapi dan Kelud, kemudian material erupsi tersebut terbawa
oleh aliran Sungai Opak, dan berhenti di sekitar hilir Sungai Opak yang
terletak di sekitar daerah Pantai Parangtritis, kemudian material tersebut
terbawa angina dan mengumpul di sekitar Geospasial yang akhirnya membentuk
gumuk pasir.
3. Temuan
Arang yang Terdapat di Sand Dune dan
Geospasial
Adanya arang yang terdapat di Sand Dune dikarenakan adanya pembakaran
tanaman yang ada di Sand Dune yang
hasil pembakaran tersebut dapat digunakan sebagai pupuk untuk menanam tanaman
di sekitar Sand Dune.
Sama halnya juga dengan di
Geospasial, arang yang ditemukan merupakan hasil pembakaran dari kayu-kayu
tanaman yang di sana dijadikan campuran pupuk untuk budidaya tanaman lidah
buaya.
4. Batuan
yang Terdapat di Sand Dune dan
Geospasial
Batuan yang terdapat di Sand Dune dan Geospasial memiliki jenis
yang sama yaitu batuan karst, yang terbentuk dari endapan kapur di sekitar Sand Dune dan Geospasial. Batuan yang
terdapat di Geospasial lebih besar dibanding dengan batu yang terdapat di Sand Dune, karena kandungan kapur yang
terdapat di Geospasial lebih banyak dibanding yang terdapat di Sand Dune.
4.3.2.
Pembahasan
Hasil Percobaan
1.
Warna
Pasir Sand Dune dan pasir
geospasial memiliki warna yang sama karena berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi dan Gunung Kelud. Warma keputihan
yang dimiliki kedua pasir tersebut berasal dari garam. Sedangkan pasir di
lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten hanya memiliki warna hitam saja.
2. Macam
Pasir
Macam pasir dari pasir Sand Dune
dan pasir geospasial dapat sama karena kedua pasir tersebut berasal dari kejadian
yang sama yaitu dari erupsi Gunung
Merapi dan Kelud. Selain itu, kedua
pasir tersebut juga sama sama mengalami proses pencucian. Sedangkan pasir di
lingkungan SMA Negeri 1 Klaten berjenis pasir berlempung, karena pasir tersebut
dapat melekat satu sama lain, dan mudah jika dipadatkan.
3. Ukuran
Pasir Sand Dune, pasir
geospasial dan pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten memiliki ukuran yang
sama.
4. Berat
Pasir Sand Dune memiliki berat
yang paling kecil
diantara kedua jenis pasir yang lain, karena pasir Sand Dune memiliki kandungan mineral
yang lebih banyak dibanding pasir Geospasial dan pasir di lingkungan SMA Negeri
1 Klaten.
5. Massa Jenis
Pasir Sand Dune memiliki massa
jenis yang paling besar dibanding pasir Geospasial dan pasir di lingkungan SMA
Negeri 1 Klaten, karena memiliki massa yang paling besar juga. Dan jika di
masukkan ke dalam air pasir Sand Dune
lebih cepat tenggelam dibanding kedua jenis pasir yang lainnya
6. Kelembaban
Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten memiliki kelembaban
paling tinggi, kemudian diikuti oleh pasir Sand
Dune serta pasir Geospasial. Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1
Klaten memiliki kelembaban yang paling tinggi karena memiliki kandungan air
yang paling tinggi. Sedangkan pasir Sand
Dune dan pasir Geospasial memiliki kandumgan air yang rendah. Selain
kandungan air, faktor yang mempengaruhi kelembaban ialah suhu, dan suhu pasir
di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten paling rendah di antara kedua pasir
yang lain sehingga memiliki kelembaban yang paling tinggi.
7. Laju
Peresapan
Pasir Sand Dune memiliki laju
peresapan yang paling cepat, karena butiran pasir Sand Dune tidak saling melekat satu dengan yang lain. Setalah pasir
Sand Dune, pasir di lingkungan SMA
Negeri 1 Klaten yang memiliki laju peresapan yang lebih cepat baru kemudian
pasir Geospasial, hal tersebut dikarenakan butiran pasir di lingkungan SMA
Negeri 1 Klaten agak sedikit melekat dengan dengan butiran yang lain.
8. Kekerasan
Pasir Sand Dune dan pasir
Geospasial merupakan pasir yang luna karena saat digoreskan ke dinding tidak
menimbulkan goresan, dam kedua pasir tersebt tidak dapat dipadatkan. Sedangkan
pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten, merupakan pasir yang keras,
karena saat digoreskan pada dinding menimbulkan goresan, serta pasir di
lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten
memiliki kandungan butiran- butiran kerikil.
9. Warna
Nyala Tanah
Pada saat dibakar dengan kawat mikro warna yang dihasilkan oleh pasir Sand Dune adalah merah bata, hijau
pucat, merah, jingga dan kuning. Hal tersebut menunjukkan pasir Sand Dune memiliki kandungan Na (karena saat dibakar mengjasilkan warna nyala
kuning keemasan), Ca (karena menghasilkan warna nyala merah bata), Sr
(karenapada saat dibakar, menghasilkan warnanyala merah), dan Ba ( karena
menghasilkan warna nyala hijau pucat). Manfaat dari kandungan yang terdapat
pada pasir Sand Dune sangat banyak,
seperti contohnya logam Sr berfungsi untuk, memunculkan warna merah cemerlang
dalam kembang api, menghilangkan udara atau gas yang tertinggal dalam tabung
vakum, dan digunakan untuk membuat kaca khusus layar televisi dan unit tampilan
televisi. Manfaat dari logam Ba yaitu, untuk pengeboran minyak, sebagai obat
untuk penderita gangguan pencernaan, untuk racun tikus, dan pewarna kembang
api. Kegunaan dari logam Ca adalah, sebagai katalis untuk membuang kandungan
bismuth dari timbal, sebagai campuran semen untuk tujuan konstruksi, untuk
memproduksi alumunium, dan sdigunakan untuk memisahkan campuran gas nitrogen
dan argon.
Pasir Geospasial hanya mengandung logam Na, karena saat
dibakar menghasilkan warna kuning. Sedangkan pasir di lingkungan sekitar SMA
Negeri 1 Klaten hanya mengandung logam Sr, karena pada saat dibakar
menghasilkan warna merah. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa pasir Sand Dune memiliki kandungan logam atau
mineral paling banyak dibandingkan dengan pasir Geospasial dan pasir yang ada
di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
10. Derajat
Keasaman
Pasir Sand Dune memiliki pH 7
yang menunjukkan bahwa sifat pasir tersebut adalah netral karena memiliki
kandungan garam. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasir Sand Dune tidak dapat ditanami tumbuhan. Demikian juga dengan pasir
geospasial yang juga memiliki pH 7 sama seperti pasir Sand Dune. Sedangkan pasir di lingkungan SMA N 1 Klaten memiliki pH
6 yang menunjukkan bahwa sifat pasir tersebut adalah asam. Hal tersebut menunjukkan
bahwa pasir di lingkungan SMA Negeri 1 Klaten dapat ditanami oleh tumbuh- tumbuhan.
11. Kadar Organik
Pasir Sand Dune memiliki kadar
organik paling sedikit dibandingkan fengan kedua pasir yang lain. Karena pada
saat dilakukan percobaan dengan cara melarutkan pasir dengan air, pasir Sand Dune menghasilkan lapisan hitam
yang tipis. Dengan kandungan organik yang sedikit, pasir Sand Dune merupakan pasir yang tidak subur untuk ditanami, padahal
untuk bertahan hidup tanaman membutuhkan kandungan organik yang cukup banyak.
Pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten merupakan pasir yang subur
untuk ditanami tumbuhan karena memiliki kadar organik yang banyak. Hal tersebut
dapat diketahui karena percobaan yang dilakukan dengan melarutkan pasir dari lingkungan
sekitar SMA Negeri 1 Klaten dengan air. Pada percobaan tersebut dihasilkan
lapisan hitam yang cukup tebal.
12. Daya
Hantar Panas
Pasir Sand Dune memiliki
kemampuan menghantarkan panas paling baik dibandingkan dengan pasir geospasial
dan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten. Hal tersebut dikarenakan pasir Sand Dune memiliki kandungan mineral
atau logam yang cukup banyak. Sehingga semakin dalam lapisan pasir Sand Dune, maka akan semakin panas.
Karena semakin dekat dengan pusat bumi yang memiliki suhu tinggi
A.
Hubungan
Daya Hantar Panas dengan Kandungan Zat dalam Pasir
Setiap zat memiliki kemampuan daya
hantar panas yang berbeda. Zat yang dapat menghantarkan panas dengan baik
disebut dengan konduktor. Sedangkan zat tidak dapat menghantarkan panas
disebut dengan zat isolator.
Baik tidaknya suatu zat dalam
menghantarkan panas dapat dipengaruhi oleh:
1. Kandungan
atom-atom yang ada di dalam zat
2. Daya
hantar panas
3.
Beda suhu ketiga permukaan
4.
Ketebalan/panjang
5.
Luas permukaan
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Jadi dari hasil
penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan,
1. Perbedaan
antara pasir Sand Dune, Geospasial,
dan pasir di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten dari segi kimia dapat
dilihat dari kandungan yang dimiliki oleh pasir Sand Dune, yaitu atom Ca, Ba, Sr, dan Na. Kandungan yang dimiliki
oleh pasir Geospasial hanyalah atom Na saja. Dan Pasir di lingkungan SMA Negeri
1 Klaten hanya memiliki kandungan atom Ca. Dibanding dengan kedua pasir yang
lain, pasir Sand Dune memiliki
kandungan yang paling banyak.
2. Pasir
Sand Dune merupakan pasir penghantar
panas yang baik, dibanding dengan pasir Geospasial, dan pasir yang ada di
lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Klaten.
3. Pasir
Sand Dune dan pasir Geospasial dapat
ditanami tumbuhan karena, kedua pasir tersebut telah bercampur dengan tanah
biasa, karena jika kedua pasir tersebut tidak bercampur dengan tanah, tidak
akan bisa tanaman dapat tumbuh di kedua pasir tersebut.
5.2 Saran
1. Sebaiknya
Sand Dune lebih dikenalkan kepada
masyarakat Indonesia agar mereka mangetahui Sand
Dune memiliki potensi yang besar yang dapat lebih dimanfaatkan.
2. Sebaiknya
potensi pengembangan Sand Dune tidak
hanya dalam bidang geografi saja, tetapi dikembangkan pula dari segi kimia.
3. Kandungan
yang ada di pasir Sand Dune sangat
banyak, sebaiknya lebih diteliti lagi dan digunakan untuk membuat produk dari
pasir Sand Dune, contohnya membuat
kaca karena pasir Sand Dune terdapat
kandungan atom Sr.
DAFTAR
PUSTAKA
Sudarmo,Unggul.2014.Kimia untuk SMA/MA Kelas X.Jakarta:Erlangga
Sudarmo,Unggul.2014.Kimia untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta:Erlangga
nandadianhusada.blogspot.com/p/cara-pengolahan-data.html?m=1(17/04/2015)
(15:30)
geologitambangsmk.blogspot.com/2013/09/gumuk-pasir-atau-sand-dunes.html?m=1 (17/04/2015) (15:30)
udhnn.blogspot.com/2019/01/gumuk-pasir-atau-sand-dunes.html?m=1 (17/04/2015) (15:45)
rumushitung.com/wp_content/uploads/2014/04/nyal-pembakaran-logam-alkali.jpg
(18/04/2015) (15:15)
1.bp.blogspot.com/047SbFx276cFAZWrDFpMgl/AAAAAAAABKcAqtf98fp90c/s1000/warna+nyala+logam.jpg
(18/04/2015) (15:25)
aryasalaka.blogspot.com/2013/01/laporan-uji-nyala_22.html?m=1
(18/04/2015) (15:27)
pHysalam.wordpress.com/2011/07/10/heat-transfer-perpindahan-kalor/ (18/04/2015) (15:30)
http://www.mystupidtheory.com/2014/12/sifat-reaksi-dan-kegunaan-unsur-barium.html?m=1
(26/04/2015) (16:03)
LAMPIRAN
A. Jadwal Kegiatan
|
No.
|
Kegiatan
|
Waktu
|
|
1.
|
Keberangkatan dari SMAN 1 Klaten
|
07.00-09.00
WIB
|
|
2.
|
Mengunjungi Museum Dirgantara
|
09.00-10.30
WIB
|
|
3.
|
Mengunjungi Museum Biologi
|
10.30-12.00
WIB
|
|
4.
|
Ishoma
|
12.00-13.00
WIB
|
|
5.
|
Mengunjungi Meseum Geospasial
|
14.00-15.30
WIB
|
|
6.
|
Mengunjungi Sand Dune
|
16.00-17.30
WIB
|
|
7.
|
Kembali ke SMAN 1 Klaten
|
17.30-20.30
WIB
|
B.
Gambar
1.
Sand Dune
Gambar
1.1.Sand Dune di Sore Hari
Gambar
1.2.Tanaman di Sand Dune
Gambar
1.3.Hewan yang Terdapat di Sand
Dune